Takhta di Langit, Kubah di Bumi
Amos 9:6
Hukuman dan Pemulihan Israel
“Dia yang membangun takhta tinggi-Nya di langit, dan membuat dasar-dasar kubah-Nya di atas bumi. Dia memanggil air laut dan mencurahkannya ke atas permukaan bumi, TUHAN itulah nama-Nya.”Amos 9:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“yang mendirikan anjung-Nya di langit dan mendasarkan kubah-Nya di atas bumi; yang memanggil air laut dan mencurahkannya ke atas permukaan bumi--TUHAN itulah nama-Nya.”Amos 9:6 · TB
Terjemahan Baru
“TUHAN membangun rumah-Nya jauh di angkasa, di atas bumi dipasang-Nya langit sebagai kubah, dan air dari laut dituangkan-Nya ke daratan, yang melakukan semua itu nama-Nya ialah TUHAN!”Amos 9:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“It is he that buildeth his stories in the heaven, and hath founded his troop in the earth; he that calleth for the waters of the sea, and poureth them out upon the face of the earth: The LORD is his name.”Amos 9:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Amos 9:6?
Amos 9:6 menggambarkan Tuhan yang membangun istana-Nya di langit dan meletakkan dasar kubah-Nya di bumi. Dia memanggil air laut dan mencurahkannya ke atas bumi; nama-Nya adalah TUHAN, menunjukkan kebesaran dan kemahakuasaan-Nya.
Latar belakang
TUHAN yang Tak Terbatas
Amos menekankan bahwa TUHAN membangun takhta-Nya di langit dan meletakkan dasar kubah-Nya di bumi. Dia memanggil air laut dan mencurahkannya ke atas bumi. Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak terbatas pada ruang tertentu, seperti yang sering dibayangkan orang, tetapi melampaui seluruh ciptaan.
Di mana
Kerajaan Israel Utara
Penglihatan tentang kemuliaan TUHAN yang melampaui bumi
Kapan
sekitar 760 SM
Periode kerajaan terbagi
Yang berbicara
Penulis (Amos)
Nabi dari Tekoa, gembala dan petani
Kepada
Pembaca Kitab Amos
Umat Allah yang mendengar nubuat
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בָּנָה
banah · membangun
mendirikan, membangun rumah atau struktur
כִּסֵּא
kisse · takhta
kursi pemerintahan, singgasana
אֲגֻדָּה
aguddah · kubah
ikatan, kumpulan; di sini mungkin merujuk pada langit yang melengkung
Kata 'banah' (membangun) digunakan untuk tindakan Allah yang mendirikan takhta dan dasar kubah, menunjukkan aktivitas yang disengaja dan berkelanjutan, bukan sesuatu yang terjadi sekali saja. Ini menggarisbawahi kedaulatan Allah yang dinamis.
Tahukah kamu
Kubah Purba
Dalam kosmologi Ibrani, 'kubah' sering merujuk pada cakrawala yang memisahkan air di atas dan di bawah bumi. Menyebut dasar kubah-Nya di bumi menunjukkan bahwa Allah mendirikan struktur alam semesta dari atas ke bawah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Amos 9:6
Yesaya 66:1
Takhta di langit
“Langit adalah takhta-Ku, dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku.”
Mazmur 104:2
Membentangkan langit
“yang membentangkan langit seperti tenda,”
Yeremia 10:12
Kuasa menciptakan
“Tuhanlah yang membuat bumi dengan kekuatan-Nya, yang menegakkan dunia dengan kebijaksanaan-Nya, dan yang membentangkan langit dengan pengertian-Nya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Amos 9:6
✕ Sering dikira
Kubah yang disebut di sini adalah kubah fisik yang nyata seperti struktur kubah.
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks Ibrani, 'aguddah' bisa berarti ikatan atau kumpulan, dan di sini menggambarkan langit sebagai sesuatu yang dibangun oleh Allah, tetapi bukan dalam pengertian modern.
✕ Sering dikira
Ayat ini mengajarkan bahwa Allah memanggil air laut hanya secara harfiah untuk membuat hujan.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah gambaran puitis tentang kendali Allah atas siklus air, menunjukkan bahwa proses alam semesta adalah manifestasi dari kuasa-Nya.
Renungan
Renungan Singkat Amos 9:6
Tuhan adalah Pencipta dan Pemelihara segalanya. Mengingat kebesaran-Nya dapat membantu kita menempatkan masalah kita dalam perspektif yang benar.
Tuhan Yang Mahabesar, aku kagum pada kebesaran-Mu. Ajari aku untuk selalu mengandalkan-Mu dalam segala hal. Amin.