Tuhan di Altar
Amos 9:1
Penghakiman dan Pemulihan
PerikopPenglihatan tentang Perintah TUHAN · Amos 9:1-4 →“Aku melihat Tuhan berdiri di dekat mazbah, dan Dia berfirman, “Pukullah kepala tiang utama dengan keras sehingga serambi depan berguncang, runtuhkanlah semuanya itu ke atas kepala semua orang, dan orang-orang yang tinggal akan Kubunuh dengan pedang. Tidak satu pun akan melarikan diri, tidak satu pun akan terluput.”Amos 9:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kulihat Tuhan berdiri dekat mezbah, dan Ia berfirman: "Pukullah hulu tiang dengan keras, sehingga ambang- ambang bergoncang, dan runtuhkanlah itu ke atas kepala semua orang, dan sisa-sisa mereka akan Kubunuh dengan pedang; tidak seorangpun dari mereka akan dapat melarikan diri, dan tidak seorangpun dari mereka akan dapat meluputkan diri.”Amos 9:1 · TB
Terjemahan Baru
“Aku melihat TUHAN berdiri di dekat mezbah. Ia memberikan perintah ini, "Pukullah keras-keras kepala-kepala tiang di Rumah-Ku supaya seluruh serambi berguncang. Robohkan tiang-tiang itu ke atas kepala orang-orang. Mereka yang tidak mati akan Kubunuh dalam peperangan. Tak seorang pun dapat melarikan diri, tak seorang pun akan luput.”Amos 9:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“I saw the LORD standing upon the altar: and he said, Smite the lintel of the door, that the posts may shake: and cut them in the head, all of them; and I will slay the last of them with the sword: he that fleeth of them shall not flee away, and he that escapeth of them shall not be delivered.”Amos 9:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Amos 9:1?
Amos 9:1 menggambarkan penglihatan tentang Tuhan yang berdiri di mezbah dan memerintahkan penghancuran bangunan, melambangkan hukuman yang tidak dapat dihindari bagi Israel. Tidak ada yang bisa melarikan diri dari murka Tuhan, menunjukkan bahwa dosa memiliki konsekuensi yang serius.
Latar belakang
Hukuman yang Tak Terhindarkan
Amos menerima penglihatan tentang Tuhan berdiri di mazbah Betel, tempat penyembahan yang korup. Tuhan memerintahkan untuk menghancurkan bangunan itu dan membunuh semua orang, menunjukkan bahwa tidak ada yang bisa lolos dari penghakiman-Nya.
Di mana
Betel
Di dekat mazbah, pusat penyembahan berhala
Kapan
~760 SM
Kerajaan Terbagi
Yang berbicara
Amos
peternak domba dari Tekoa, ~40 tahun
Kepada
Orang Israel
umat perjanjian yang hidup dalam dosa
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מִזְבֵּחַ
mizbeach · mazbah
tempat pengorbanan, sering kali untuk berhala
כַּפְתּוֹר
kaptor · tiang utama
bagian atas tiang penyangga atap
סַף
saf · serambi
ambang pintu atau dasar gerbang
Ketiga kata ini menggambarkan penghancuran total tempat ibadah palsu—mulai dari altar, struktur, hingga fondasinya—menegaskan bahwa Tuhan tidak hanya menghakimi orang, tetapi juga sistem yang menyesatkan.
Tahukah kamu
Mazbah sebagai pusat dosa
Mazbah di Betel bukan untuk Tuhan, melainkan untuk patung lembu emas yang didirikan Yerobeam, yang menjadi batu sandungan bagi Israel.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Amos 9:1
Yesaya 66:6
penghakiman di bait
“Dengar, bunyi kegemparan dari kota, bunyi dari bait suci, bunyi TUHAN membalas kepada musuh-musuh-Nya!”
Amos 3:14
hukuman atas mezbah
“Sebab pada hari Aku menghukum pelanggaran Israel, Aku akan menghukum mezbah-mezbah Betel, sehingga tanduk-tanduk mezbah dipotong dan jatuh ke bumi.”
Mazmur 139:8
tidak ada yang lolos
“Jika aku naik ke langit, Engkau di sana; jika aku membuat tempat tidurku di dunia orang mati, di situ Engkau.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Amos 9:1
✕ Sering dikira
Mazbah di sini adalah mezbah Tuhan yang kudus.
✓ Yang sebenarnya
Ini mezbah berhala di Betel, yang justru menjadi simbol pemberontakan Israel.
✕ Sering dikira
Tuhan kejam karena menghancurkan semua orang tanpa pandang bulu.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini menunjukkan kepastian hukuman atas dosa, tetapi pasal ini juga berakhir dengan janji pemulihan bagi sisa umat.
Renungan
Renungan Singkat Amos 9:1
Ayat ini mengingatkan kita bahwa tidak ada tempat persembunyian dari Tuhan. Saat kita berbuat salah, penting untuk segera bertobat, bukan mencoba menghindari tanggung jawab.
Tuhan, ajari aku untuk tidak mencari jalan pintas dalam menghadapi kesalahan, tetapi datang kepada-Mu dengan hati yang rendah hati untuk bertobat. Amin.