Konfrontasi di Betel

Amos 7:10

Amos dan Amazia: Konfrontasi

PerikopAmos dan Amazia · Amos 7:10-17 →
“Amazia, imam di Betel, mengirim pesan kepada Yerobeam, Raja Israel, bunyinya, “Amos telah bersepakat melawan tuanku di tengah-tengah kaum Israel. Negeri ini takkan mampu lagi menanggung semua perkataannya.”

Amos 7:10 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Amos 7:10?

Amazia, imam di Betel, melaporkan Amos kepada raja Yerobeam, menuduh Amos berkomplot melawan raja dan menyebabkan negeri tidak tahan lagi mendengar perkataannya. Ini menunjukkan bahwa pemberitaan kebenaran sering kali dianggap sebagai ancaman oleh para penguasa.

Latar belakang

Amazia melaporkan Amos kepada raja

Amazia mendengar perkataan Amos yang bernubuat tentang kematian Yerobeam dan pembuangan Israel. Ia menulis pesan kepada Raja Yerobeam untuk melaporkan Amos sebagai penghasut. Ia menyatakan bahwa perkataan Amos membahayakan stabilitas negeri.

Di mana

Betel

Di istana atau tempat penerimaan pesan, mungkin di ruang pengadilan

Kapan

~760 SM

Periode Raja-Raja Israel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Nubuat Amos melawan Israel
Tuduhan terhadap Amos
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Amazia

Imam di Betel yang setia pada raja

Y

Kepada

Yerobeam II

Raja Israel yang berkuasa saat itu

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׁלַח

shalach · mengirim

mengutus atau mengirim pesan

קָשַׁר

qashar · bersepakat

berkomplot, bersekongkol

דָּבָר

davar · perkataannya

kata-kata, perkataan, firman

Amazia menuduh Amos berkonspirasi, tetapi kata 'qashar' biasanya dipakai untuk pengkhianatan politik. Padahal Amos sekadar menyampaikan firman Allah.

Tahukah kamu

Nama Amazia berarti 'TUHAN kuat'

Ironisnya, Amazia yang namanya mencerminkan kekuatan Tuhan justru menentang nabi Tuhan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Amos 7:10

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Amos 7:10

✕  Sering dikira

Amazia benar karena Amos menghasut rakyat.

✓  Yang sebenarnya

Amazia memutarbalikkan fakta; Amos menyampaikan firman Tuhan, bukan konspirasi.

✕  Sering dikira

Nabi tidak boleh menyentuh urusan politik.

✓  Yang sebenarnya

Nabi justru sering menyuarakan kebenaran kepada penguasa, termasuk soal keadilan dan hukum.

Renungan

Renungan Singkat Amos 7:10

Ketika kita berani menyuarakan kebenaran, mungkin kita akan dituduh sebagai pembuat masalah. Tetapi kita harus tetap setia pada panggilan Tuhan, bukan takut pada ancaman manusia.

Tuhan, berikanlah kami keberanian untuk bersuara bagi kebenaran, meskipun mendapat tentangan dan tuduhan. Amin.