Ritual tanpa hati

Amos 5:22

Dengarlah Peringatan

PerikopTUHAN Menolak Ibadah Israel · Amos 5:21-27 →
“Sekalipun kamu mempersembahkan kurban-kurban bakaran dan kurban-kurban sajian, Aku takkan menerimanya. Demikian juga kurban pendamaian dari lemakmu, Aku takkan memandang-Nya.”

Amos 5:22 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Amos 5:22?

Tuhan tidak menerima persembahan, bahkan yang terbaik sekalipun, jika dipersembahkan dengan hati yang tidak benar. Ini menunjukkan bahwa Allah menilai motivasi di balik pemberian kita.

Latar belakang

Persembahan yang Ditolak

Allah menolak persembahan bakaran dan sajian karena umat hidup tidak adil. Mereka datang beribadah, tapi dalam keseharian menindas orang lain.

Di mana

Betel

Di tempat ibadah, kemungkinan saat perayaan

Kapan

~750 SM

Kerajaan Terbelah, sebelum pembuangan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kemakmuran di bawah Yerobeam II
Invasi Asyur dan pembuangan
Kamu di sini
T

Yang berbicara

Tuhan ALLAH

Allah Israel, berbicara melalui nabi Amos

K

Kepada

Kaum Israel

Orang-orang yang hidup nyaman, tapi lupa keadilan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

הגיש

higish · mempersembahkan

Membawa ke hadapan, mempersembahkan

עולה

olah · kurban bakaran

Korban yang dibakar seluruhnya

שלם

shelem · kurban pendamaian

Korban keselamatan atau persekutuan

Ketiga kata ini menunjukkan berbagai bentuk ibadah, tapi semuanya sia-sia jika hati tidak benar. Allah tidak melihat ritual, tapi kesetiaan pada keadilan.

Tahukah kamu

Lemak adalah bagian terbaik

Dalam sistem korban, lemak dipandang sebagai bagian terbaik dan khusus untuk Allah, tapi di sini Allah menolaknya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Amos 5:22

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Amos 5:22

✕  Sering dikira

Allah menolak semua ibadah dan korban

✓  Yang sebenarnya

Allah menolak ibadah yang munafik, tanpa keadilan

✕  Sering dikira

Hanya orang Israel yang bermasalah

✓  Yang sebenarnya

Ini peringatan bagi semua orang percaya

Renungan

Renungan Singkat Amos 5:22

Apa pun yang kita berikan kepada Tuhan, apakah itu waktu, uang, atau talenta, haruslah dari hati yang tulus. Jangan memberi hanya untuk terlihat saleh. Tuhan lebih melihat isi hati kita daripada besar pemberian.

Tuhan, ajari aku memberi dengan hati yang ikhlas, bukan untuk pujian manusia, tetapi untuk memuliakan-Mu. Amin.