Bawalah jubah dan buku-buku saya—kebutuhan praktis Paulus
2 Timotius 4:14
Kebutuhan pribadi—jubah hangat dan buku-buku untuk membaca
“Aleksander, si tukang besi itu, telah sangat merugikan aku. Tuhan akan membalas sesuai dengan perbuatannya.”2 Timotius 4:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Aleksander, tukang tembaga itu, telah banyak berbuat kejahatan terhadap aku. Tuhan akan membalasnya menurut perbuatannya.”2 Timotius 4:14 · TB
Terjemahan Baru
“Aleksander, tukang tembaga itu sudah melakukan hal-hal yang jahat sekali terhadap saya. Tuhan akan membalas dia menurut perbuatannya.”2 Timotius 4:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Aleksander, pengusaha tembaga dan besi itu, sudah membuat masalah saya bertambah parah! TUHAN akan menghukum dia sesuai dengan perbuatannya.”2 Timotius 4:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Alexander the coppersmith did me much evil: the Lord reward him according to his works:”2 Timotius 4:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Timotius 4:14?
Paulus menyebut Aleksander, si tukang besi, yang telah banyak berbuat jahat kepadanya, dan menyerahkan pembalasan kepada Tuhan. Ini mengajarkan bahwa sebagai orang percaya, kita tidak perlu membalas kejahatan sendiri, tetapi menyerahkan keadilan kepada Tuhan yang mengetahui segala sesuatu.
Latar belakang
Detail praktis yang manusiawi—Paulus kedinginan dan ingin membaca
'Jika kamu datang, bawalah jubah yang kutinggalkan kepada Karpus di Troas dan juga buku-bukuku, terutama semua perkamen itu.' Ini adalah detail yang sangat manusiawi. Paulus di penjara Roma menjelang musim dingin. Dia membutuhkan jubah untuk kehangatan. Dia juga membutuhkan buku-bukunya—mungkin tulisan-tulisan atau catatan pribadinya—dan perkamen (salinan Kitab Suci atau tulisan-tulisan yang dapat digunakan). Paulus bukan hanya seorang visioner teologis; dia juga seorang manusia yang membutuhkan kehangatan dan studi intelektual.
Di mana
Troas ke Roma
Paulus meminta barang-barang yang ditinggalkan di Troas
Kapan
~65 M
Musim dingin sudah dekat; Paulus membutuhkan kehangatan
Yang berbicara
Paulus
Rasul yang memiliki kebutuhan dasar seperti manusia lainnya
Kepada
Timotius
Anak rohani yang harus membawa barang-barang Paulus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
φελόνης
phelonēs · cloak
jubah, mantel; pakaian luar untuk kehangatan dan perlindungan
ἀπολείπω
apoleipo · left
ditinggalkan; barang-barang yang ditinggalkan di Troas
μεμβράνα
membrana · parchments
perkamen; bahan tulis berharga yang dibuat dari kulit hewan
Paulus memiliki kebutuhan praktis yang sederhana—kehangatan, literatur, Kitab Suci—yang menunjukkan dia tetap manusia bahkan dalam penjara.
Tahukah kamu
Mengapa Paulus peduli dengan buku-buku di penjara?
Paulus adalah seorang sarjana yang terlatih dengan baik (pelajar dari Gamaliel). Bahkan di penjara, dia ingin terus belajar dan menulis. Perkamen adalah bahan tulis yang berharga, dan permintaannya menunjukkan bahwa Paulus masih aktif secara intelektual meskipun di penjara.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Timotius 4:14
1 Timotius 6:8
Tema sederhana tentang kebutuhan dasar—makanan dan pakaian
“Jika kita punya makanan dan pakaian, sudah cukup bagi kita”
Filipi 4:12
Paulus dapat bersyukur di tengah kekurangan tetapi masih manusia dengan kebutuhan
“Aku tahu hidup dalam kekurangan dan dalam kelimpahan... dalam segala keadaan dan semua hal”
1 Korintus 9:4
Paulus membela hak-hak dasar para pekerja Injil untuk disokong
“Apakah kita tidak memiliki hak untuk makan dan minum?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Timotius 4:14
✕ Sering dikira
"Paulus meminta jubah dan buku-buku karena dia tidak tahu bagaimana bersyukur dalam kekurangan"
✓ Yang sebenarnya
Paulus memiliki kebutuhan praktis yang sederhana dan masuk akal—kehangatan untuk musim dingin dan bahan untuk studi intelektual.
✕ Sering dikira
"Permintaan untuk perkamen menunjukkan Paulus ingin menulis buku lain"
✓ Yang sebenarnya
Perkamen adalah bahan tulis yang berharga; Paulus mungkin ingin melanjutkan studinya tentang Kitab Suci atau membuat catatan pribadi.
Renungan
Renungan Singkat 2 Timotius 4:14
Saat ada orang yang menyakiti kita, jangan balas dendam. Serahkan keadilan kepada Tuhan dan fokus pada kebaikan yang bisa kita lakukan.
Bapa, ampunilah aku jika ada kebencian di hatiku; ajariku mengampuni seperti Engkau mengampuniku, Amin.