2 Tawarikh 9:1
“Ketika Ratu Syeba mendengar kabar tentang Salomo, dia datang ke Yerusalem untuk menguji Salomo dengan pertanyaan-pertanyaan yang sulit. Dia datang dengan pasukan pengiring yang sangat besar serta unta-unta yang membawa rempah-rempah, banyak emas, dan batu permata yang berharga. Ketika dia bertemu dengan Salomo, dia berbicara dengannya tentang segala sesuatu yang ada dalam hatinya.”2 Tawarikh 9:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketika ratu negeri Syeba mendengar kabar tentang Salomo, maka dengan pasukan pengiring yang sangat besar dan dengan unta-unta yang membawa rempah-rempah, banyak emas dan batu permata yang mahal-mahal datanglah ia ke Yerusalem hendak menguji Salomo dengan teka-teki. Setelah ia sampai kepada Salomo, dipercakapkannyalah segala yang ada dalam hatinya dengan dia.”2 Tawarikh 9:1 · TB
Terjemahan Baru
“Ratu negeri Syeba mendengar tentang kemasyhuran Salomo. Maka ia datang ke Yerusalem untuk menguji Salomo dengan pertanyaan yang sulit-sulit. Ia datang disertai sejumlah besar pengiring dan unta yang sarat bermuatan rempah-rempah, batu permata, dan banyak sekali emas. Pada waktu bertemu dengan Salomo, ratu itu mengajukan segala macam pertanyaan yang dapat dipikirkannya.”2 Tawarikh 9:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And when the queen of Sheba heard of the fame of Solomon, she came to prove Solomon with hard questions at Jerusalem, with a very great company, and camels that bare spices, and gold in abundance, and precious stones: and when she was come to Solomon, she communed with him of all that was in her heart.”2 Tawarikh 9:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Tawarikh 9:1?
Ratu Syeba, penguasa negeri yang kaya, mendengar kabar tentang hikmat Salomo dan datang ke Yerusalem untuk mengujinya dengan pertanyaan-pertanyaan sulit. Dia datang dengan rombongan besar membawa rempah-rempah, emas, dan batu permata. Ini menunjukkan bahwa reputasi Salomo telah menyebar luas, dan orang-orang dari negeri jauh tertarik untuk mengenalnya.
Renungan
Renungan Singkat 2 Tawarikh 9:1
Kabar tentang seseorang bisa menjadi daya tarik, tetapi yang lebih penting adalah kualitas diri yang sebenarnya. Dalam hidup kita, biarlah karakter dan hikmat kita menjadi berkat bagi orang lain, bukan hanya sekadar ketenaran.
Tuhan, mampukan aku untuk hidup dengan hikmat dari-Mu, sehingga orang lain dapat melihat kebaikan-Mu melalui diriku. Amin.