Doa setiap orang
2 Tawarikh 6:29
Doa Dedikasi Salomo
PerikopDoa Salomo · 2 Tawarikh 6:12-42 →“apa pun doa dan apa pun permohonan yang dipanjatkan oleh siapa saja atau oleh segenap umat-Mu Israel, karena mereka masing-masing mengetahui tulah dan penderitaannya sendiri, dengan menadahkan tangannya di bait ini,”2 Tawarikh 6:29 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“lalu seseorang atau segenap umat-Mu Israel memanjatkan doa dan permohonan di rumah ini dengan menadahkan tangannya--karena mereka masing-masing mengenal tulahnya dan penderitaannya sendiri--”2 Tawarikh 6:29 · TB
Terjemahan Baru
“semoga Engkau mendengarkan doa mereka. Kalau dari antara umat-Mu Israel ada yang dengan bersedih hati berdoa kepada-Mu sambil menengadahkan tangannya ke arah Rumah-Mu ini,”2 Tawarikh 6:29 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Then what prayer or what supplication soever shall be made of any man, or of all thy people Israel, when every one shall know his own sore and his own grief, and shall spread forth his hands in this house:”2 Tawarikh 6:29 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Tawarikh 6:29?
Salomo mengakui bahwa setiap orang tahu akan 'tulah dan penderitaannya sendiri.' Ia meminta agar Tuhan mendengar doa yang dipanjatkan dengan tangan terentang di bait, baik dari individu maupun umat. Ini menekankan bahwa Tuhan peduli pada pergumulan pribadi kita.
Latar belakang
Doa dari setiap pribadi
Salomo menyadari bahwa setiap orang mengalami penderitaan yang unik. Ia meminta agar Allah mendengar doa siapa pun yang datang ke bait dengan tangan terangkat dan hati yang mengenal kesakitannya sendiri.
Di mana
Yerusalem
Di depan mazbah, di halaman bait suci, siang hari
Kapan
~950 SM
Kerajaan Bersatu
Yang berbicara
Salomo
Raja Israel, ~40 tahun, anak Daud
Kepada
Allah
TUHAN, Allah Israel, yang mendengar doa
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נֶגַע
nega · tulah
pukulan, wabah, atau penyakit yang menimpa; bisa juga berarti 'hukuman'
מַכְאוֹב
makh'ov · penderitaan
kesakitan, penderitaan, baik fisik maupun emosional
פָּרַשׂ כַּפָּיו
paras kapav · menadahkan tangannya
membentangkan telapak tangan sebagai sikap doa atau permohonan
Ketiga kata ini menekankan bahwa Allah yang mengenal setiap hati tahu persis 'tulah' dan 'penderitaan' unik kita, dan sikap menadahkan tangan adalah ekspresi fisik dari pengakuan bahwa kita membutuhkan pertolongan-Nya.
Tahukah kamu
Tangan terangkat
Menadahkan tangan ke langit adalah sikap doa yang umum di dunia kuno, termasuk di Israel. Ini menunjukkan ketergantungan dan permohonan kepada Allah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 6:29
Mazmur 42:4
Curahan hati
“Aku mencurahkan jiwaku dalam hatiku; sebab aku selalu teringat akan hal-hal ini, betapa aku berjalan dalam kepadatan orang banyak”
Matius 6:8
Allah tahu kebutuhan
“Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu meminta kepada-Nya.”
Roma 8:26
Doa yang tak terucap
“Sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 6:29
✕ Sering dikira
Hanya orang yang benarnya yang boleh berdoa di bait suci.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini terbuka untuk 'siapa saja' yang mengakui penderitaannya, bukan hanya orang benar.
✕ Sering dikira
Semua penderitaan adalah hukuman langsung dari dosa.
✓ Yang sebenarnya
Meskipun bencana bisa jadi disiplin, ayat ini melihat penderitaan sebagai kondisi yang perlu dibawa kepada Allah untuk pengampunan, bukan sekadar hukuman.
Renungan
Renungan Singkat 2 Tawarikh 6:29
Jangan merasa bahwa masalah kita terlalu kecil atau terlalu besar untuk Tuhan. Ayat ini mengajak kita untuk dengan jujur mengungkapkan pergumulan kita di hadapan Tuhan, karena Dia peduli secara pribadi.
Ya Allah, Engkau mengenal hati kami. Dengarlah doa kami sesuai dengan pergumulan yang kami alami, dan berilah kami kekuatan. Amin.