Allah tak terbatas oleh bait
2 Tawarikh 6:18
Doa Penahbisan Bait Suci
““Namun, benarkah Allah mau tinggal bersama manusia di atas bumi? Lihat, langit, bahkan langit di atas langit, tidak dapat menampung Engkau, apalagi bait yang kubangun ini.””2 Tawarikh 6:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi benarkah Allah hendak diam bersama dengan manusia di atas bumi? Sesungguhnya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langitpun tidaklah dapat memuat Engkau, terlebih lagi rumah yang kudirikan ini.”2 Tawarikh 6:18 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi, ya Allah, sungguhkah Engkau sudi tinggal di bumi ini di antara manusia? Langit seluruhnya pun tak cukup luas untuk-Mu, apalagi rumah ibadat yang kubangun ini!”2 Tawarikh 6:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“But will God in very deed dwell with men on the earth? behold, heaven and the heaven of heavens cannot contain thee; how much less this house which I have built!”2 Tawarikh 6:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Tawarikh 6:18?
Salomo merenungkan keagungan Tuhan yang tak terbatas: langit bahkan tidak dapat menampung-Nya, apalagi bait yang ia bangun. Ini menunjukkan kesadaran akan transcendensi Allah, yang melampaui segala ciptaan, namun Ia berkenan hadir di antara manusia.
Latar belakang
Mengakui keterbatasan bait
Salomo bertanya retoris, 'Benarkah Allah tinggal di bumi?' Ia mengakui bahwa bahkan langit tidak cukup menampung Allah, apalagi bait yang ia bangun. Ini adalah momen kerendahan hati.
Di mana
Yerusalem
Di pelataran Bait Suci, di atas mimbar tembaga
Kapan
~950 SM
Kerajaan Israel Bersatu
Yang berbicara
Salomo
Raja Israel, pengagum kebesaran Allah
Kepada
TUHAN
Allah yang mahatinggi, tak terbatas
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יֵשֵׁב
yeshev · tinggal
duduk atau berdiam secara permanen
שָׁמַיִם
shamayim · langit
langit yang terlihat dan tempat kediaman Allah
הָכִיל
hakhil · menampung
memuat atau membatasi
Kata 'tinggal' menunjukkan kehadiran permanen, tetapi 'langit' yang paling tinggi pun tidak bisa 'memuat' Allah. Ini menekankan bahwa Allah tidak bisa dibatasi ruang.
Tahukah kamu
Teologi yang dalam
Pernyataan Salomo ini menantang pemahaman umum bahwa Allah tinggal di bait. Ia menegaskan transendensi Allah sambil tetap mengakui bait sebagai tempat doa.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 6:18
Yesaya 66:1
Allah tak terbatas
“Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku; rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku?”
Kisah Para Rasul 7:48-49
bait tidak membatasi
“Tetapi Allah yang Mahatinggi tidak diam di dalam apa yang dibuat oleh tangan manusia.”
Mazmur 139:7-8
kehadiran universal
“Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu? Jika aku naik ke langit, Engkau di sana.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 6:18
✕ Sering dikira
Menganggap Salomo meremehkan Bait Suci atau menganggapnya tidak penting.
✓ Yang sebenarnya
Ia menghormati bait sebagai tempat doa, tetapi mengakui bahwa Allah lebih besar dari segala bangunan.
✕ Sering dikira
Mengartikan 'langit' hanya sebagai atmosfer bumi.
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks ini, 'langit' meliputi seluruh alam semesta, bahkan 'langit di atas langit'.
Renungan
Renungan Singkat 2 Tawarikh 6:18
Tuhan jauh lebih besar dari yang bisa kita bayangkan. Namun, Dia mau berdiam di hati kita yang rendah. Jangan membatasi Tuhan dalam 'bangunan' atau ritual, tetapi bukalah hati kita untuk mengalami hadirat-Nya yang tak terbatas setiap hari.
Tuhan, Engkau mahabesar dan tak terbatas; tolong aku untuk tidak membatasi-Mu dalam pemikiran atau ibadahku, tetapi alami hadirat-Mu yang nyata. Amin.