Salomo berbicara di bait suci
2 Tawarikh 6:1
Doa Penahbisan Bait Suci
“Pada waktu itu, Salomo berkata, “TUHAN berfirman bahwa Dia akan tinggal dalam kekelaman.”2 Tawarikh 6:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Pada waktu itu berkatalah Salomo: "TUHAN telah memutuskan untuk diam dalam kekelaman.”2 Tawarikh 6:1 · TB
Terjemahan Baru
“Raja Salomo berdoa, "Ya TUHAN, Engkau lebih suka tinggal dalam kegelapan awan.”2 Tawarikh 6:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Then said Solomon, The LORD hath said that he would dwell in the thick darkness.”2 Tawarikh 6:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Tawarikh 6:1?
Salomo mengingat bahwa TUHAN telah berfirman bahwa Ia akan tinggal dalam kekelaman. Ini mengacu pada cara Allah hadir di antara umat-Nya, yang sering kali disimbolkan dengan awan atau kegelapan, menunjukkan kemuliaan dan misteri-Nya yang tak terselami.
Latar belakang
Salomo mengucapkan kata pembuka
Setelah tabut perjanjian ditempatkan di ruang mahakudus, Salomo berdiri di depan umat dan menyatakan bahwa Tuhan telah berfirman akan tinggal dalam kekelaman. Ini merujuk pada kehadiran Tuhan yang tak terlihat dan kudus, yang dahulu tampak dalam awan.
Di mana
Yerusalem
Di depan bait suci, setelah tabut ditempatkan
Kapan
~950 SM
Kerajaan Bersatu
Yang berbicara
Salomo
Raja Israel, ~40 tahun, anak Daud
Kepada
Umat Israel
Seluruh bangsa Israel yang berkumpul
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עֲרָפֶל
arafel · kekelaman
awan tebal atau kabut, melambangkan kehadiran Tuhan yang misterius
אָמַר
amar · berfirman
berkata atau menyatakan, menunjukkan otoritas ilahi
שָׁכַן
shakhan · tinggal
diam, menetap, atau berdiam, sering dipakai untuk kehadiran Allah
Ketiga kata ini menegaskan bahwa Allah memilih untuk tinggal di tengah umat-Nya dengan cara yang tersembunyi, namun nyata dalam perjanjian.
Tahukah kamu
Awan kekelaman
Dalam tradisi Yahudi, 'kekelaman' (arafel) juga dipakai untuk menggambarkan kabut tebal di Gunung Sinai saat Tuhan memberikan hukum Taurat.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 6:1
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 6:1
✕ Sering dikira
Berpikir bahwa Allah benar-benar tinggal dalam kegelapan fisik, sehingga bait suci menjadi gelap.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah metafora untuk kehadiran Allah yang tak terjangkau dan kudus, bukan keadaan fisik.
✕ Sering dikira
Mengira Salomo sedang berkata bahwa Allah tidak terlihat sama sekali.
✓ Yang sebenarnya
Kekelaman menunjukkan misteri, tapi Allah tetap menyatakan diri-Nya melalui tabut dan bait.
Renungan
Renungan Singkat 2 Tawarikh 6:1
Kita tidak perlu takut atau bingung ketika Allah terasa 'gelap' atau sulit dipahami. Justru di dalam misteri, kita dipanggil untuk percaya bahwa Dia hadir, sama seperti Salomo percaya Allah tinggal dalam kekelaman.
Ya Tuhan, meskipun aku tidak selalu memahami jalan-Mu, tolong aku untuk percaya bahwa Engkau hadir bahkan dalam keadaan yang paling gelap. Amin.