Murka TUHAN atas Yehuda
2 Tawarikh 29:8
Hizkia memulihkan ibadah di Bait Suci
PerikopHizkia Menyucikan Kembali Bait TUHAN · 2 Tawarikh 29:3-17 →“Karena itulah, murka TUHAN menimpa Yehuda dan Yerusalem. Dia membuat mereka menjadi kegentaran, kengerian, dan celaan seperti yang kamu lihat dengan matamu sendiri.”2 Tawarikh 29:8 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“sehingga murka TUHAN menimpa Yehuda dan Yerusalem. Ia membuat mereka menjadi kengerian, kedahsyatan dan sasaran suitan seperti yang kamu lihat dengan matamu sendiri.”2 Tawarikh 29:8 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu TUHAN dalam kemarahan-Nya menghukum orang Yehuda dan Yerusalem. Dan kamu semua tahu betapa tindakan TUHAN itu telah membuat semua orang terkejut dan ngeri.”2 Tawarikh 29:8 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Wherefore the wrath of the LORD was upon Judah and Jerusalem, and he hath delivered them to trouble, to astonishment, and to hissing, as ye see with your eyes.”2 Tawarikh 29:8 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Tawarikh 29:8?
Karena ketidaksetiaan nenek moyang, murka Tuhan menimpa Yehuda dan Yerusalem, menjadikan mereka objek kegentaran, kengerian, dan celaan. Ini menunjukkan bahwa dosa memiliki konsekuensi nyata yang mempengaruhi seluruh bangsa, bukan hanya individu.
Latar belakang
Murka Allah yang menyala
Hizkia menjelaskan bahwa karena dosa nenek moyang, murka TUHAN menimpa Yehuda dan Yerusalem, menyebabkan mereka menjadi kegentaran, kengerian, dan celaan. Ini adalah akibat yang nyata dari ketidaksetiaan mereka.
Di mana
Yerusalem
Di halaman Bait Suci
Kapan
~715 SM
Kerajaan Yehuda
Yang berbicara
Hizkia
Raja Yehuda, usia 25 tahun
Kepada
Orang-orang Lewi
Para pelayan Bait Suci
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חֵמָה
chemah · murka
panas, kemarahan yang menyala
זַעֲוָה
za'avah · kegentaran
gemetar, ketakutan
שְׁחֶרֶת
shecheret · celaan
pencemaran, aib
Murka (chemah) bukan sekadar kemarahan, tetapi kehangatan yang membara. Kata 'kegentaran' (za'avah) dan 'celaan' (shecheret) menunjukkan bahwa akibat dosa adalah ketakutan dan rasa malu di hadapan bangsa-bangsa.
Tahukah kamu
Murka Allah dalam Perjanjian Lama
Dalam bahasa Ibrani, 'murka' adalah 'chemah' yang sering digambarkan seperti api yang menyala. Ini menunjukkan bahwa murka Allah bukan sekadar emosi manusia, tetapi respons kudus terhadap dosa yang serius.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 29:8
Ulangan 28:25
akibat ketidaksetiaan
“TUHAN akan membuat engkau terpukul kalah di depan musuhmu; engkau akan maju melawan mereka satu jalan, tetapi akan lari di depan mereka tujuh jalan, dan engkau akan menjadi kegentaran bagi segala kerajaan di bumi.”
Yeremia 24:9
kengerian dan celaan
“Aku akan membuat mereka menjadi kengerian bagi segala kerajaan di bumi, menjadi aib dan perumpamaan, ejekan dan kutuk di segala tempat ke mana Aku mencerai-beraikan mereka.”
Yesaya 5:25
murka Allah
“Sebab itu bangkitlah murka TUHAN terhadap umat-Nya, dan Ia mengacungkan tangan-Nya terhadap mereka dan memukul mereka; maka gunung-gunung gemetar, dan bangkai-bangkai mereka tergeletak seperti kotoran di tengah jalan. Namun, semuanya ini tidak memadamkan murka-Nya, tetapi tangan-Nya masih teracung.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 29:8
✕ Sering dikira
Murka Allah berarti Allah membenci umat-Nya tanpa alasan.
✓ Yang sebenarnya
Murka Allah adalah respons kudus terhadap dosa, bukan kebencian tanpa sebab. Itu adalah konsekuensi dari perjanjian yang dilanggar.
✕ Sering dikira
Kegentaran, kengerian, dan celaan hanya berlaku untuk masa lampau.
✓ Yang sebenarnya
Ini juga peringatan bagi generasi sekarang untuk tetap setia, karena Allah tidak berubah.
Renungan
Renungan Singkat 2 Tawarikh 29:8
Dosa sering kali berdampak pada orang lain, tidak hanya diri sendiri. Saat kita menyadari konsekuensi ini, mari belajar bertanggung jawab dan memilih hidup setia agar kita menjadi berkat, bukan memalukan bagi sesama.
Ya Tuhan, jauhkanlah aku dari perbuatan yang mendatangkan murka-Mu dan bobrok bagi lingkunganku. Pulihkanlah hubungan kami dengan-Mu. Amin.