Menutup pintu Bait Suci
2 Tawarikh 29:7
Hizkia memulihkan ibadah di Bait Suci
“Mereka juga menutup pintu-pintu serambi bait itu dan mematikan pelita-pelita. Mereka tidak membakar dupa dan tidak mempersembahkan kurban bakaran di tempat kudus bagi Allah Israel.”2 Tawarikh 29:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Bahkan mereka menutup pintu- pintu balai rumah TUHAN dan memadamkan segala pelita. Mereka tidak membakar korban ukupan dan tidak mempersembahkan korban bakaran bagi Allah orang Israel di tempat kudus,”2 Tawarikh 29:7 · TB
Terjemahan Baru
“Mereka menutup pintu-pintu Rumah TUHAN dan memadamkan pelita-pelitanya. Mereka tidak membakar dupa di Rumah TUHAN, dan tidak mempersembahkan kurban bakaran kepada Allah yang disembah oleh orang Israel.”2 Tawarikh 29:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Also they have shut up the doors of the porch, and put out the lamps, and have not burned incense nor offered burnt offerings in the holy place unto the God of Israel.”2 Tawarikh 29:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Tawarikh 29:7?
Ayat ini menggambarkan bagaimana nenek moyang Israel berdosa dengan menutup pintu bait Allah, memadamkan pelita, dan berhenti mempersembahkan dupa serta kurban bakaran. Ini adalah bentuk pengabaian total terhadap ibadah dan hubungan dengan Tuhan, yang membawa akibat murka-Nya.
Latar belakang
Hizkia menggambarkan dosa nenek moyang
Hizkia menjelaskan bagaimana nenek moyang mereka tidak setia kepada Allah dengan menutup pintu Bait Suci, memadamkan pelita, dan berhenti mempersembahkan kurban. Ini adalah tindakan yang membuat murka Allah turun atas Yehuda.
Di mana
Yerusalem
Di halaman Bait Suci
Kapan
~715 SM
Kerajaan Yehuda
Yang berbicara
Hizkia
Raja Yehuda, usia 25 tahun
Kepada
Orang-orang Lewi
Para pelayan Bait Suci
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
סָגַר
sagar · menutup
menutup rapat, mengunci
דַּלְתֵי הָאוּלָם
daltay ha'ulam · pintu-pintu serambi
pintu-pintu masuk ke ruang utama bait
כָּבָה
kavah · mematikan
memadamkan, mematikan api
Kata 'menutup' (sagar) dan 'mematikan' (kavah) menunjukkan tindakan yang sengaja menghentikan ibadah, bukan karena kelalaian tetapi karena pilihan. Ini menekankan keseriusan dosa yang disengaja.
Tahukah kamu
Pintu Bait Suci yang ditutup
Dalam sejarah Yehuda, penutupan pintu Bait Suci adalah tindakan yang sangat serius. Menurut tradisi, ini bukan sekadar menutup fisik, tetapi juga menghentikan semua ibadah yang berpusat di Bait Suci, yang merupakan pusat kehidupan rohani dan sosial bangsa itu.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 29:7
2 Raja-raja 21:7
penyembahan berhala
“Ia menaruh patung Asyera di rumah TUHAN, yang walaupun TUHAN pernah berfirman kepada Daud dan Salomo, anaknya: 'Di rumah ini dan di Yerusalem, yang telah Kupilih dari antara segala suku Israel, Aku akan menaruh nama-Ku untuk selama-lamanya!'”
Yehezkiel 8:16
membelakangi Allah
“Lalu dibawa-Nya aku ke pelataran dalam rumah TUHAN; sungguh, di dekat pintu masuk bait TUHAN, di antara balai dan mazbah ada kira-kira dua puluh lima orang laki-laki membelakangi bait TUHAN dan menghadap ke timur, sambil sujud menyembah kepada matahari di sebelah timur.”
2 Tawarikh 28:24
tindakan Ahas
“Ahas mengumpulkan perkakas-perkakas rumah Allah dan memotong-motong perkakas itu. Ia menutup pintu rumah TUHAN dan membuat mezbah-mezbah di setiap sudut Yerusalem.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 29:7
✕ Sering dikira
Pintu Bait Suci ditutup oleh orang-orang yang tidak percaya Allah.
✓ Yang sebenarnya
Mereka adalah orang Yehuda sendiri, termasuk raja dan imam, yang dengan sengaja meninggalkan Allah.
✕ Sering dikira
Memadamkan pelita berarti mematikan lampu biasa.
✓ Yang sebenarnya
Pelita di Bait Suci adalah simbol kehadiran Allah dan ibadah yang terus-menerus; memadamkannya adalah tindakan yang sangat serius.
Renungan
Renungan Singkat 2 Tawarikh 29:7
Tutupnya pintu bait bisa menggambarkan hati kita yang tertutup dari Tuhan. Mari periksa apakah ada 'pintu' yang kita tutup—waktu doa, pembacaan Alkitab, atau ibadah—yang perlu dibuka kembali agar api rohani kita tidak padam.
Tuhan, ampunilah aku jika aku telah menutup pintu hati-Mu, dan mampukanlah aku untuk membukanya kembali dengan tekun beribadah dan mencari hadirat-Mu. Amin.