Nyanyian pujian setelah penyembahan
2 Tawarikh 29:30
Hizkia memulihkan ibadah di bait Allah
“Raja Hizkia dan para pemimpin memerintahkan orang-orang Lewi untuk menyanyikan pujian kepada TUHAN dengan kata-kata Daud dan Asaf, pelihat itu. Mereka menyanyikan puji-pujian dengan sukacita, lalu berlutut dan sujud menyembah.”2 Tawarikh 29:30 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu raja Hizkia dan para pemimpin memerintahkan orang-orang Lewi menyanyikan puji-pujian untuk TUHAN dengan kata-kata Daud dan Asaf, pelihat itu. Maka mereka menyanyikan puji-pujian dengan sukaria, lalu berlutut dan sujud menyembah.”2 Tawarikh 29:30 · TB
Terjemahan Baru
“Raja dan tokoh-tokoh masyarakat menyuruh orang-orang Lewi menyanyikan untuk TUHAN puji-pujian yang dikarang oleh Daud dan Nabi Asaf. Semua orang menyanyi dengan sangat gembira sambil berlutut dan menyembah Allah.”2 Tawarikh 29:30 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Moreover Hezekiah the king and the princes commanded the Levites to sing praise unto the LORD with the words of David, and of Asaph the seer. And they sang praises with gladness, and they bowed their heads and worshipped.”2 Tawarikh 29:30 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Tawarikh 29:30?
Raja Hizkia dan para pemimpin memerintahkan orang-orang Lewi untuk menyanyikan pujian kepada Tuhan dengan kata-kata Daud dan Asaf. Mereka bernyanyi dengan sukacita dan sujud menyembah.
Latar belakang
Memuji Tuhan dengan sukacita
Raja Hizkia dan para pemimpin memerintahkan orang Lewi untuk menyanyikan pujian kepada Tuhan, menggunakan kata-kata Daud dan Asaf. Mereka bernyanyi dengan sukacita, lalu berlutut dan sujud menyembah.
Di mana
Yerusalem
Di Bait Suci, setelah penyembahan
Kapan
~715 SM
Kerajaan Yehuda, masa Hizkia
Yang berbicara
Penulis 2 Tawarikh
Merangkum peristiwa sejarah untuk mengajar umat.
Kepada
Pembaca kitab
Orang Israel yang perlu teladan dalam ibadah.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
תְּהִלָּה
tehillah · pujian
Pujian yang memuliakan Tuhan, sering dalam bentuk nyanyian.
שִׂמְחָה
simchah · sukacita
Kegembiraan yang mendalam, sukacita yang bersumber dari Tuhan.
כָּרַע
kara' · berlutut
Menekuk lutut, bertekuk lutut dalam penyembahan.
Pujian (tehillah) yang dinyanyikan dengan sukacita (simchah) dan diikuti dengan berlutut (kara') menunjukkan bahwa ibadah yang sejati melibatkan emosi, tubuh, dan suara, semuanya untuk memuliakan Tuhan.
Tahukah kamu
Mazmur Daud dan Asaf
Banyak mazmur ditulis oleh Daud dan Asaf (mis. Mazmur 50, 73-83), yang digunakan dalam ibadah di bait.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 29:30
Mazmur 100:2
ibadah sukacita
“Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai.”
Kolose 3:16
menyanyi pujian
“Mengajar dan menasihati seorang akan yang lain dengan segala hikmat, dan menyanyikan mazmur, puji-pujian, dan nyanyian rohani.”
Wahyu 19:5
pujian universal
“Pujilah Allah kita, hai semua hamba-Nya, hai semua yang takut kepada-Nya, baik kecil maupun besar!”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 29:30
✕ Sering dikira
Pujian hanya boleh dilakukan oleh orang Lewi secara khusus.
✓ Yang sebenarnya
Meskipun orang Lewi memimpin, seluruh umat terlibat dalam penyembahan; ayat 29 menunjukkan semua orang menyembah.
✕ Sering dikira
Sukacita dalam ibadah itu berlebihan dan tidak sopan.
✓ Yang sebenarnya
Alkitab justru menunjukkan sukacita sebagai respons yang tepat terhadap kebaikan Tuhan.
Renungan
Renungan Singkat 2 Tawarikh 29:30
Pujian bisa membawa sukacita. Coba mulai hari dengan pujian, walau hanya satu lagu atau ayat, dan rasakan perbedaannya.
Tuhan, penuhi hidupku dengan sukacita dan pujian, supaya aku bisa menjadi saksi-Mu dengan gembira. Amin.