Peralatan kudus dikembalikan
2 Tawarikh 29:19
Hizkia mentahirkan Bait Allah
PerikopKurban-Kurban Penghapus Dosa · 2 Tawarikh 29:18-36 →“Semua peralatan yang telah dibuang Raja Ahas ketika dia bertindak tidak setia pada masa pemerintahannya telah kami siapkan dan kuduskan. Lihatlah, semua itu ada di depan mazbah TUHAN.””2 Tawarikh 29:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan segala perkakas, yang dibuang raja Ahas, ketika ia berubah setia pada masa pemerintahannya, telah kami sediakan dan kami kuduskan. Sekarang semuanya itu ada di depan mezbah TUHAN!"”2 Tawarikh 29:19 · TB
Terjemahan Baru
“Kami juga sudah mengambil kembali perkakas-perkakas yang disingkirkan Raja Ahas pada waktu ia tidak menghiraukan TUHAN dalam masa pemerintahannya. Semua perkakas itu telah kami khususkan lagi untuk TUHAN, dan sekarang ada di depan mezbah."”2 Tawarikh 29:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Moreover all the vessels, which king Ahaz in his reign did cast away in his transgression, have we prepared and sanctified, and, behold, they are before the altar of the LORD.”2 Tawarikh 29:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Tawarikh 29:19?
Ayat ini menegaskan bahwa peralatan-peralatan rumah Tuhan yang sempat dinajiskan oleh Raja Ahas telah dipulihkan dan dikuduskan. Hizkia memastikan bahwa semua perlengkapan ibadah, termasuk meja roti sajian dan mazbah, telah dikembalikan ke tempatnya dan siap digunakan untuk beribadah kepada Tuhan.
Latar belakang
Selesai mentahirkan Bait Allah
Para imam dan orang Lewi selesai membersihkan Bait Allah dan segala peralatannya. Mereka melaporkan kepada raja bahwa semua peralatan yang dibuang oleh Ahas telah dikembalikan dan dikuduskan. Peralatan itu kini siap dipakai di depan mezbah TUHAN.
Di mana
Yerusalem
Di Bait Allah, di depan Raja Hizkia
Kapan
~726 SM
Pembagian Kerajaan
Yang berbicara
Para imam dan orang Lewi
Para pelayan Bait Allah yang baru saja selesai mentahirkan tempat kudus
Kepada
Raja Hizkia
Raja Yehuda yang baru, berusia 25 tahun, sedang memulihkan ibadah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
כֵּלִים
kelim · peralatan
benda-benda atau perkakas, di sini khusus alat ibadah
הִזְנִיחַ
hizniach · dibuang
membuang, meninggalkan, atau mengabaikan
קָדַשׁ
qadash · kuduskan
memisahkan untuk tujuan kudus, menyucikan
Kata 'peralatan' (kelim) menunjukkan benda-benda fisik yang dipakai dalam ibadah. 'Dibuang' (hizniach) bermakna pengabaian yang disengaja. 'Kuduskan' (qadash) berarti memisahkan kembali untuk Tuhan. Jadi, memulihkan ibadah bukan hanya soal tempat, tetapi juga mengembalikan apa yang sempat diabaikan dan menguduskannya kembali.
Tahukah kamu
Ahas membuang peralatan?
Raja Ahas, ayah Hizkia, pernah menutup Bait Allah dan membuat mezbah sendiri. Peralatan Bait yang dibuang mungkin dipakai untuk penyembahan berhala, tetapi kini dikembalikan untuk ibadah yang benar.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 29:19
2 Tawarikh 28:24
peralatan dibuang
“Ahas mengumpulkan perkakas-perkakas rumah Allah dan memotong-motong perkakas rumah Allah itu”
2 Tawarikh 29:5
panggilan kudus
“kuduskanlah dirimu sekarang, dan kuduskanlah bait TUHAN”
Ezra 1:7
peralatan dipulihkan
“Raja Kores pun mengeluarkan perkakas-perkakas rumah TUHAN”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 29:19
✕ Sering dikira
Mengira semua peralatan Bait Allah itu adalah barang yang sama dengan yang dipakai Ahas untuk berhala.
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak mengatakan peralatan itu dipakai untuk berhala, hanya 'dibuang' oleh Ahas. Mungkin dibuang karena dianggap najis, lalu dikuduskan kembali.
✕ Sering dikira
Mengira laporan ini terjadi di hari yang sama dengan pentahiran.
✓ Yang sebenarnya
Pentahiran selesai pada hari keenam belas bulan pertama, dan laporan ini mungkin disampaikan setelah itu.
Renungan
Renungan Singkat 2 Tawarikh 29:19
Pemulihan ibadah tidak hanya tentang ruangan, tetapi juga peralatan yang dipakai. Mari kita periksa kembali 'peralatan' hidup kita—waktu, talenta, harta—apakah sudah dikuduskan dan dipakai untuk kemuliaan Tuhan?
Tuhan, terima kasih karena Engkau memulihkan dan menguduskan kami. Ajari kami untuk memakai segala yang kami miliki untuk melayani-Mu. Amin.