Berkumpul untuk Mentahirkan
2 Tawarikh 29:15
Hizkia Mentahirkan Bait Allah
PerikopHizkia Menyucikan Kembali Bait TUHAN · 2 Tawarikh 29:3-17 →“Mereka mengumpulkan saudara-saudaranya dan menguduskan diri mereka, lalu datang untuk menahirkan bait TUHAN menurut perintah raja, sesuai dengan firman TUHAN.”2 Tawarikh 29:15 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Mereka mengumpulkan saudara- saudaranya dan menguduskan dirinya. Kemudian mereka datang menurut perintah raja, sesuai dengan firman TUHAN, lalu mentahirkan rumah TUHAN.”2 Tawarikh 29:15 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian mereka mengumpulkan orang-orang Lewi lainnya, dan mereka semua menyucikan diri. Setelah itu, sesuai dengan perintah raja, para imam masuk ke dalam Rumah TUHAN dan mulai menyucikannya menurut hukum-hukum TUHAN. Semua yang najis dibawa keluar ke halaman Rumah TUHAN. Dari situ orang Lewi membawanya ke Lembah Kidron di luar kota.”2 Tawarikh 29:15 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And they gathered their brethren, and sanctified themselves, and came, according to the commandment of the king, by the words of the LORD, to cleanse the house of the LORD.”2 Tawarikh 29:15 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Tawarikh 29:15?
Orang-orang Lewi mengumpulkan saudara-saudara mereka, menguduskan diri, lalu datang untuk menahirkan bait TUHAN sesuai perintah raja dan firman TUHAN. Ini menunjukkan kesediaan dan ketaatan mereka untuk memulihkan ibadah yang telah diabaikan.
Latar belakang
Tindakan Menguduskan Diri
Orang-orang Lewi mengumpulkan saudara-saudara mereka lalu menguduskan diri secara bersama-sama. Kemudian mereka datang untuk mentahirkan bait TUHAN sesuai perintah raja yang berdasarkan firman TUHAN. Ini menunjukkan ketaatan dan keseriusan mereka dalam memulihkan ibadah.
Di mana
Yerusalem
Di bait Suci Yerusalem · saat upacara pentahiran
Kapan
~715 SM
Kerajaan Yehuda (pembagian kerajaan)
Yang berbicara
Penulis 2 Tawarikh
Sejarawan imam yang menulis kitab ini untuk meneguhkan umat.
Kepada
Pembaca Kitab 2 Tawarikh
Umat Israel pasca-pembuangan yang perlu belajar dari sejarah.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
קָדַשׁ
qadash · menguduskan
Memisahkan atau menyucikan untuk tujuan kudus.
טָהֵר
taher · mentahirkan
Membuat bersih secara ritual dan moral.
דָּבָר
davar · firman
Perkataan atau perintah, sering merujuk pada wahyu Allah.
Pengudusan diri dan pentahiran bait bukan sekadar tindakan fisik, tetapi respons terhadap firman Allah. Kata-kata ini menekankan bahwa ibadah sejati dimulai dari hati yang dikuduskan dan ketaatan pada perintah Allah.
Tahukah kamu
Pengudusan Diri
Menguduskan diri dalam Perjanjian Lama sering melibatkan ritual seperti membasuh pakaian dan menjauhkan diri dari hal yang najis (Im 11:44). Ini bukan sekadar ritual luar, tetapi tanda kesiapan untuk melayani Allah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 29:15
2 Tawarikh 29:5
Perintah kudus
“Dia berkata, 'Dengarlah, hai orang-orang Lewi, kuduskanlah dirimu sekarang, dan kuduskanlah bait TUHAN, Allah nenek moyangmu. Buanglah kenajisan dari tempat yang kudus!'”
Imamat 20:7
Panggilan kudus
“Maka kuduskanlah dirimu dan jadilah kudus, sebab Akulah TUHAN, Allahmu.”
Mazmur 24:3-4
Syarat mendekat
“Siapakah yang naik ke gunung TUHAN itu? Siapakah yang berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada perkara yang sia-sia dan tidak bersumpah palsu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 29:15
✕ Sering dikira
Menguduskan diri hanya tentang kebersihan fisik.
✓ Yang sebenarnya
Pengudusan diri melibatkan kesiapan rohani, bukan sekadar ritual luar.
✕ Sering dikira
Perintah raja lebih penting daripada firman TUHAN.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini menekankan bahwa perintah raja sesuai dengan firman TUHAN, menunjukkan otoritas raja tunduk pada otoritas Allah.
Renungan
Renungan Singkat 2 Tawarikh 29:15
Pemulihan membutuhkan tindakan nyata: berkumpul, menguduskan diri, dan bekerja sama. Kita bisa memulai dengan membersihkan 'bait' hati kita dan lingkungan kita dari hal-hal yang najis.
Tuhan, beri aku keberanian untuk mengambil langkah konkret dalam memulihkan hubunganku dengan-Mu dan sesama. Amin.