Uzia muda lakukan yang benar

2 Tawarikh 26:4

Raja Uzia yang Berjaya dan Jatuh

PerikopUzia, Raja Yehuda · 2 Tawarikh 26:1-15 →
“Dia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, seperti semua yang dilakukan Amazia, ayahnya.”

2 Tawarikh 26:4 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Tawarikh 26:4?

Uzia melakukan yang benar di mata Tuhan, seperti ayahnya Amazia. Ini berarti ia mengikuti jejak ayahnya dalam ketaatan kepada Allah. Namun, seperti ayahnya, ia juga memiliki kelemahan. Ini menunjukkan pentingnya teladan orang tua dan tanggung jawab pribadi untuk hidup benar.

Latar belakang

Awal yang Baik

Uzia dinobatkan sebagai raja pada usia 16 tahun. Ayat ini menegaskan bahwa ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan, mengikuti teladan ayahnya, Amazia.

Di mana

Yerusalem

Kisah pemerintahan raja Yehuda

Kapan

~760 SM

Kerajaan Terbagi (Yehuda)

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembunuhan Amazia (Ayahnya)
Jatuh ke dalam kesombongan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Tawarikh

Sejarawan imam, pasca-pembuangan

P

Kepada

Pembaca Yahudi

Komunitas yang kembali dari pembuangan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

יָשָׁר

yashar · benar

lurus, tepat, sesuai standar

עֵינֵי

einei · mata

mata, penglihatan, penilaian

יְהוָה

YHWH · TUHAN

Nama pribadi Allah Israel

Kebenaran di sini bukan sekadar moralitas, melainkan hidup selaras dengan penilaian Allah, bukan standar manusia.

Tahukah kamu

Pola Penilaian

Frasa 'melakukan apa yang benar di mata TUHAN' dipakai berulang kali dalam Kitab Raja-raja untuk menilai raja-raja, tetapi di sini ditekankan sebagai dasar berkat.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 26:4

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 26:4

✕  Sering dikira

Uzia tidak pernah berbuat salah karena dikatakan benar sejak awal.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini menggambarkan awal yang baik, tetapi pasal ini juga mencatat kejatuhannya.

✕  Sering dikira

'Benar' berarti selalu sempurna tanpa cela.

✓  Yang sebenarnya

Dalam Alkitab, 'benar' sering berarti arah hidup yang setia, bukan tanpa dosa.

Renungan

Renungan Singkat 2 Tawarikh 26:4

Teladan orang tua sangat berpengaruh, tetapi pada akhirnya kita masing-masing bertanggung jawab atas hubungan kita dengan Tuhan. Jangan hanya mengikuti tradisi; miliki iman pribadi yang hidup dan taat kepada Tuhan secara konsisten.

Ya Bapa, bantu aku untuk hidup benar di mata-Mu, bukan hanya karena tradisi, tetapi karena cinta dan ketaatan yang tulus kepada-Mu, amin.