Peringatan Arogan Ditanggapi
2 Tawarikh 25:19
Amazia dan Kesombongan yang Menyesatkan
PerikopPeperangan Melawan Israel · 2 Tawarikh 25:17-28 →“Engkau berkata, ‘Lihatlah, aku sudah mengalahkan Edom,’ sehingga engkau tinggi hati dan membanggakan diri. Sekarang, tinggallah di rumahmu. Untuk apa menantang malapetaka sehingga engkau jatuh bersama Yehuda?””2 Tawarikh 25:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Pikirmu, engkau sudah mengalahkan Edom, sebab itu hatimu mengangkat- angkat dirimu untuk mendapat kehormatan. Sekarang, tinggal saja di rumah. Untuk apa engkau menantang malapetaka, sehingga engkau jatuh dan Yehuda bersama-sama engkau?"”2 Tawarikh 25:19 · TB
Terjemahan Baru
“Engkau, Amazia, membual bahwa kau telah mengalahkan orang Edom, tapi lebih baik kau tinggal saja di rumah. Untuk apa mencari-cari persoalan yang hanya akan mencelakakan dirimu dan rakyatmu?"”2 Tawarikh 25:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Thou sayest, Lo, thou hast smitten the Edomites; and thine heart lifteth thee up to boast: abide now at home; why shouldest thou meddle to thine hurt, that thou shouldest fall, even thou, and Judah with thee?”2 Tawarikh 25:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Tawarikh 25:19?
Raja Amazia dari Yehuda merasa bangga setelah mengalahkan Edom, tetapi Yoas dari Israel mengingatkannya bahwa kemenangan itu tidak membuatnya lebih unggul. Dia menasihati Amazia untuk tidak sombong dan tidak menantang perang yang tidak perlu, karena itu hanya akan membawa bencana.
Latar belakang
Nasihat Bijak Ditolak
Yoas merespons kesombongan Amazia dengan perumpamaan tentang duri dan pohon aras. Dia memperingatkan bahwa kebanggaan atas kemenangan tidak seharusnya memicu konflik yang tidak perlu. Namun, Amazia tidak mendengarkan.
Di mana
Yerusalem
Melalui utusan yang dikirim, (~ sekitar istana)
Kapan
~ 800 SM
Periode Kerajaan Terbagi
Yang berbicara
Yoas, raja Israel
Raja Israel yang cerdik, ~45 tahun, dikenal karena ketajaman politiknya
Kepada
Amazia, raja Yehuda
Raja Yehuda yang baru menang atas Edom, ~35 tahun, mulai tinggi hati
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
גָּבַהּ לֵב
gavah lev · tinggi hati
menjadi sombong, merasa diri hebat
כָּבַד
kavad · membanggakan diri
menjadi berat atau mulia, di sini berarti memuliakan diri sendiri
יָשַׁב
yashav · tinggallah
duduk, menetap, diam saja
Kata-kata ini menekankan bahaya kesombongan yang membuat seseorang tidak mau diam dan terus mencari konflik. 'Tinggallah di rumahmu' adalah ajakan untuk introspeksi, bukan provokasi.
Tahukah kamu
Duri dan Pohon Aras
Dalam perumpamaan ini, 'duri' melambangkan kekuatan kecil yang rapuh, sedangkan 'pohon aras' melambangkan kekuatan yang kokoh. Ini menunjukkan bahwa Amazia sebenarnya seperti duri yang mudah diinjak.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 25:19
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 25:19
✕ Sering dikira
Amazia dianggap sebagai 'duri' yang lemah, tetapi Yoas sebenarnya memuji kekuatannya.
✓ Yang sebenarnya
Perumpamaan itu justru merendahkan Amazia, menunjukkan bahwa dia hanya duri kecil yang mudah diinjak.
✕ Sering dikira
Yoas menasihati Amazia untuk tetap tinggal di rumah karena takut, bukan karena alasan strategis.
✓ Yang sebenarnya
Nasihat itu adalah peringatan agar Amazia tidak terjerumus dalam kehancuran akibat kesombongannya.
Renungan
Renungan Singkat 2 Tawarikh 25:19
Kesuksesan bisa membuat kita lupa diri dan berpikir kita lebih hebat dari orang lain. Jangan biarkan kemenangan atau pencapaian membuat kita sombong dan mengambil keputusan yang merugikan.
Tuhan, jauhkanlah aku dari kesombongan setelah meraih keberhasilan, supaya aku tetap rendah hati dan bijaksana dalam setiap langkahku. Amin.