Ahazia diangkat jadi raja Yehuda
2 Tawarikh 22:1
Kisah Ahazia dan Atalya
PerikopAhazia, Raja Yehuda · 2 Tawarikh 22:1-9 →“Penduduk Yerusalem mengangkat Ahazia, anak bungsu Yoram, menjadi raja menggantikan dia karena semua anaknya yang lebih tua telah dibunuh oleh gerombolan yang datang bersama dengan orang-orang Arab ke perkemahan. Demikianlah Ahazia, anak Yoram, raja Yehuda, menjadi raja.”2 Tawarikh 22:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu penduduk Yerusalem mengangkat Ahazia, anaknya yang bungsu, menjadi raja menggantikan dia, karena semua anaknya yang lebih tua umurnya telah dibunuh oleh gerombolan yang datang ke tempat perkemahan bersama-sama orang-orang Arab. Dengan demikian Ahazia, anak Yoram raja Yehuda, menjadi raja.”2 Tawarikh 22:1 · TB
Terjemahan Baru
“Dalam suatu penyerbuan oleh segerombolan orang Arab, semua putra Yehoram, kecuali Ahazia yang bungsu terbunuh. Karena itu penduduk Yerusalem mengangkat Ahazia menjadi raja menggantikan ayahnya.”2 Tawarikh 22:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And the inhabitants of Jerusalem made Ahaziah his youngest son king in his stead: for the band of men that came with the Arabians to the camp had slain all the eldest. So Ahaziah the son of Jehoram king of Judah reigned.”2 Tawarikh 22:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Tawarikh 22:1?
Pasukan Arab yang menyerang perkemahan Yehuda telah membunuh semua anak laki-laki Yoram yang lebih tua, sehingga Ahazia, anak bungsunya, diangkat menjadi raja menggantikan dia. Ini menunjukkan bahwa pemeliharaan Tuhan tetap bekerja bahkan di tengah kekacauan dan tragedi.
Latar belakang
Ahazia menjadi raja
Setelah Yoram ayahnya meninggal, penduduk Yerusalem mengangkat Ahazia, anak bungsunya, sebagai raja. Kakak-kakaknya sudah dibunuh oleh orang Arab, sehingga Ahazia naik takhta.
Di mana
Yerusalem
Di kota Yerusalem
Kapan
~841 SM
Kerajaan Terbagi
Yang berbicara
Penulis Tawarikh
Sejarawan imam, pasca-pembuangan
Kepada
Umat Yehuda
Komunitas pasca-pembuangan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מָלַךְ
malakh · mengangkat
menjadi raja atau memerintah
אֲחַזְיָה
Aḥazyah · Ahazia
TUHAN memegang
גְּדוּד
gedud · gerombolan
pasukan penyerbu atau gerombolan
Nama Ahazia 'TUHAN memegang' kontras dengan nasibnya yang tragis; 'mengangkat' (malakh) menunjukkan penobatan, sedangkan 'gerombolan' menekankan kekacauan politik.
Tahukah kamu
Anak bungsu yang selamat
Ahazia adalah anak bungsu, biasanya bukan pewaris takhta, tetapi karena kakak-kakaknya tewas, dia yang menjadi raja.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 22:1
2 Raja-raja 8:24
paralel sejarah
“Maka Yoram mendapat peristirahatan bersama nenek moyangnya dan dikuburkan di samping nenek moyangnya di kota Daud. Maka Ahazia, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.”
2 Tawarikh 21:17
kakak-kakak dibunuh
“Mereka menyerbu ke Yehuda dan masuk ke dalamnya serta mengangkut segala harta yang terdapat di istana raja dan juga anak-anaknya beserta istri-istrinya; sehingga tidak ada seorang pun anaknya yang tinggal kecuali Yoahaz, anaknya yang bungsu.”
2 Tawarikh 22:10
Akibat pembunuhan
“Ketika Atalya, ibu Ahazia, melihat bahwa anaknya sudah mati, dia bangkit dan membinasakan semua keturunan raja dari kaum Yehuda.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 22:1
✕ Sering dikira
Mengira Ahazia adalah anak sulung yang sah.
✓ Yang sebenarnya
Dia anak bungsu; yang lebih tua sudah mati.
✕ Sering dikira
Mengira semua penduduk Yerusalem hadir secara fisik.
✓ Yang sebenarnya
'Penduduk' adalah representasi rakyat; penobatan dilakukan oleh para pemuka.
Renungan
Renungan Singkat 2 Tawarikh 22:1
Terkadang kita dipromosikan atau ditempatkan dalam posisi tertentu bukan karena prestasi kita, tetapi karena keadaan yang di luar kendali kita. Tuhan dapat memakai situasi yang sulit untuk menempatkan kita di tempat yang Dia kehendaki.
Tuhan, aku bersyukur karena Engkau berkuasa atas segala keadaan, bahkan ketika rencana manusia gagal. Ajar aku untuk mempercayai pemeliharaan-Mu dalam setiap langkah hidupku. Amin.