Langit tak menampung Allah
2 Tawarikh 2:6
Persiapan pembangunan bait
“Namun, siapakah yang mampu membangun Bait bagi Dia, sedangkan langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit tidak dapat menampung Dia? Siapakah aku ini sehingga aku hendak membangun bait bagi-Nya, kecuali hanya sebagai tempat untuk membakar kurban di hadapan-Nya?”2 Tawarikh 2:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi siapa yang mampu mendirikan suatu rumah bagi Dia, sedangkan langit, bahkan langit yang mengatasi segala langitpun tidak dapat memuat Dia? Dan siapakah aku ini, sehingga aku hendak mendirikan suatu rumah bagi Dia, kecuali sebagai tempat untuk membakar korban di hadapan-Nya?”2 Tawarikh 2:6 · TB
Terjemahan Baru
“Tapi sebenarnya tidak seorang pun mampu mendirikan rumah bagi Allah, sebab seluruh angkasa raya tidak cukup besar untuk menjadi tempat tinggal-Nya. Jadi, Rumah TUHAN yang dapat kudirikan itu paling-paling hanya tempat untuk membakar dupa bagi Allah!”2 Tawarikh 2:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“But who is able to build him an house, seeing the heaven and heaven of heavens cannot contain him? who am I then, that I should build him an house, save only to burn sacrifice before him?”2 Tawarikh 2:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Tawarikh 2:6?
Salomo merendahkan diri, menyadari bahwa langit pun tidak dapat menampung Tuhan, jadi bait itu hanyalah tempat untuk berdoa dan berkurban. Ini menunjukkan sikap rendah hati dan pengakuan akan kemahakuasaan Allah.
Latar belakang
Kerendahan hati Salomo
Salomo merenungkan bahwa Allah terlalu besar untuk segala langit, bahkan langit yang tak terbatas, sehingga mustahil baginya membangun rumah yang layak. Ia hanya bisa membangun tempat untuk beribadah, bukan tempat tinggal Allah.
Di mana
Yerusalem
Surat yang dikirim ke Tirus
Kapan
~950 SM
Kerajaan Israel bersatu
Yang berbicara
Salomo
Raja Israel, anak Daud, terkenal bijaksana
Kepada
Huram, raja Tirus
Raja Fenisia, sekutu Daud
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
כּוּל
kul · menampung
memuat, membatasi, mampu menahan
שָׁמַיִם
shamayim · langit
surga, langit, ketinggian
בָּנָה
banah · membangun
mendirikan, membangun
Kata 'menampung' dan 'membangun' digunakan bersama untuk menunjukkan kontras: manusia membangun, tetapi Allah tak dapat ditampung; ini mengajarkan kerendahan hati.
Tahukah kamu
Langit yang mengatasi segala langit
Ungkapan 'langit yang mengatasi segala langit' adalah cara Ibrani untuk menyatakan langit yang paling tinggi, menunjukkan bahwa Allah melampaui seluruh ciptaan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 2:6
1 Raja-raja 8:27
Hampir identik
“Tetapi benarkah Allah hendak diam di atas bumi? Sesungguhnya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat menampung Engkau, apalagi rumah yang kubangun ini.”
Yesaya 66:1
Allah tak terbatas
“Beginilah firman TUHAN: Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku; rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku?”
Kisah Para Rasul 7:49
Kutipan Perjanjian Lama
“Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku; rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 2:6
✕ Sering dikira
Menganggap Salomo meragukan kemampuan Allah untuk hadir di bait.
✓ Yang sebenarnya
Salomo justru mengakui bahwa Allah berkenan hadir di bait sebagai simbol, bukan bahwa Allah terbatas.
✕ Sering dikira
Mengira bait itu tidak penting karena Allah tak dapat ditampung.
✓ Yang sebenarnya
Bait tetap penting sebagai tempat ibadah bagi umat, meskipun Allah melebihi segala sesuatu.
Renungan
Renungan Singkat 2 Tawarikh 2:6
Jangan membatasi Tuhan dalam gedung atau ritual. Dia lebih besar dari segala sesuatu, dan kita hanya bisa mendekat-Nya dengan hati yang tunduk.
Ya Allah yang maha besar, mampukanlah aku untuk selalu menyadari kebesaran-Mu dan tetap rendah hati di hadapan-Mu. Amin.