Salomo menguraikan rencana bait
2 Tawarikh 2:4
Persiapan pembangunan bait
PerikopPersiapan Salomo untuk Membangun Bait TUHAN · 2 Tawarikh 2:1-18 →“Lihatlah, aku akan membangun bait bagi nama TUHAN Allahku dan menguduskannya, untuk dapat membakar dupa harum di hadapan-Nya, menyediakan roti sajian terus-menerus, mempersembahkan kurban bakaran pada waktu pagi dan petang, pada hari-hari Sabat, pada bulan-bulan baru, dan pada perayaan-perayaan tertentu yang ditetapkan TUHAN, Allah kami. Itu adalah kewajiban orang Israel untuk selama-lamanya.”2 Tawarikh 2:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketahuilah, aku hendak mendirikan sebuah rumah bagi nama TUHAN, Allahku, untuk menguduskannya bagi Dia, supaya di hadapan-Nya dibakar ukupan dari wangi-wangian, tetap diatur roti sajian dan dipersembahkan korban bakaran pada waktu pagi dan pada waktu petang, pada hari-hari Sabat dan bulan-bulan baru, dan pada perayaan-perayaan yang ditetapkan TUHAN, Allah kami, sebab semuanya itu adalah kewajiban orang Israel untuk selama-lamanya.”2 Tawarikh 2:4 · TB
Terjemahan Baru
“Sekarang aku mau membangun sebuah rumah ibadat yang khusus untuk menghormati TUHAN Allahku. Di rumah itu aku dan rakyatku akan beribadat kepada-Nya dengan membakar dupa wangi-wangian, serta mempersembahkan roti sajian bagi-Nya secara tetap. Di rumah itu juga kami akan mempersembahkan kurban bakaran setiap pagi dan malam, setiap hari Sabat, hari raya Bulan Baru dan hari-hari khusus lainnya untuk menghormati TUHAN Allah kami. Sebab, Ia telah memerintahkan agar hal itu dilaksanakan untuk selama-lamanya oleh orang Israel.”2 Tawarikh 2:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Behold, I build an house to the name of the LORD my God, to dedicate it to him, and to burn before him sweet incense, and for the continual shewbread, and for the burnt offerings morning and evening, on the sabbaths, and on the new moons, and on the solemn feasts of the LORD our God. This is an ordinance for ever to Israel.”2 Tawarikh 2:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Tawarikh 2:4?
Salomo menjelaskan tujuan pembangunan bait: untuk menyembah Tuhan dengan membakar dupa, roti sajian, dan korban bakaran. Ini menunjukkan bahwa ibadah yang teratur dan sesuai perintah Tuhan adalah inti dari bait suci.
Latar belakang
Rencana ibadah di bait
Salomo menjelaskan bahwa bait itu akan dikuduskan untuk menyembah TUHAN dengan berbagai ritual: membakar dupa harum, menyediakan roti sajian, dan mempersembahkan kurban bakaran secara teratur. Ini adalah kewajiban tetap bagi orang Israel sebagai bagian dari perjanjian mereka dengan Allah.
Di mana
Yerusalem
Istana kerajaan
Kapan
~950 SM
Kerajaan Israel bersatu
Yang berbicara
Salomo
Raja Israel, anak Daud, terkenal bijaksana
Kepada
Huram, raja Tirus
Raja Fenisia, sekutu Daud
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
קָדַשׁ
qadash · menguduskannya
memisahkan atau mengkhususkan untuk tujuan kudus
קְטֹרֶת
qetoret · dupa
campuran rempah yang dibakar untuk menghasilkan aroma harum
תָּמִיד
tamid · tetap
terus-menerus, tanpa henti
Penyembahan bukan sekadar ritual; ini adalah pengudusan yang berkelanjutan, seperti dupa yang terus membara dan roti yang selalu ada, menandakan komitmen abadi kepada Allah.
Tahukah kamu
Roti sajian setiap hari
Roti sajian adalah dua belas roti yang diletakkan di meja khusus di dalam bait, melambangkan dua belas suku Israel, dan diganti setiap hari Sabat.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 2:4
Keluaran 25:30
Roti sajian selalu
“Dan di atas meja itu haruslah kauletakkan roti sajian di hadapan-Ku selalu.”
Imamat 24:8
Peraturan roti sajian
“Setiap hari Sabat, imam harus mengaturnya di hadapan TUHAN secara tetap.”
Bilangan 28:3
Kurban harian
“Katakanlah kepada mereka: Inilah kurban api-apian yang harus kamu persembahkan kepada TUHAN setiap hari: dua ekor domba berumur setahun, tanpa cacat.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 2:4
✕ Sering dikira
Mengira bait hanya untuk ritual dan tidak relevan bagi orang modern.
✓ Yang sebenarnya
Bait mengajarkan tentang kekudusan dan pengabdian yang masih relevan sebagai prinsip ibadah.
✕ Sering dikira
Menganggap semua kurban dan dupa itu sia-sia karena Allah tidak membutuhkannya.
✓ Yang sebenarnya
Ritual ini adalah cara Allah untuk melatih umat-Nya dalam ketaatan dan penyembahan, bukan kebutuhan Allah.
Renungan
Renungan Singkat 2 Tawarikh 2:4
Ibadah kita kepada Tuhan haruslah teratur dan sesuai dengan firman-Nya, bukan sekadar rutinitas. Evaluasilah kualitas penyembahan kita.
Bapa, biarlah hidupku menjadi persembahan yang harum di hadapan-Mu setiap hari. Amin.