Perang Saudara Dua Kerajaan

2 Tawarikh 13:1

Abia Mengalahkan Yerobeam

Pada tahun kedelapan belas pemerintahan Raja Yerobeam, Abia menjadi raja atas Yehuda.

2 Tawarikh 13:1 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Tawarikh 13:1?

Ayat ini mencatat awal pemerintahan Abia, putra Rehabeam, atas Yehuda. Ini menunjukkan kedaulatan Allah dalam sejarah, di mana Dia mengangkat raja-raja sesuai rencana-Nya, bahkan di tengah perpecahan kerajaan.

Latar belakang

Abia Menjadi Raja Yehuda

Setelah Rehabeam mati, Abia naik takhta Yehuda di tahun ke-18 pemerintahan Yerobeam di Israel. Ini adalah masa ketika kerajaan sudah terpecah dan terjadi ketegangan antara Yehuda dan Israel.

Di mana

Yerusalem

Istana kerajaan, catatan sejarah

Kapan

~913 SM

Kerajaan Terbagi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pecahnya kerajaan
Kematian Yerobeam
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 2 Tawarikh

Sejarawan imam, pasca-pembuangan

U

Kepada

Umat Israel pasca-pembuangan

Kembali dari Babel, perlu diingatkan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׁנָה

shanah · tahun

periode waktu satu tahun

מֶלֶךְ

melekh · pemerintahan

kekuasaan seorang raja

יָרָבְעָם

Yarov'am · Yerobeam

orang yang memperbanyak bangsa

Kata-kata ini menegaskan bahwa sejarah raja-raja adalah bagian dari rencana TUHAN, dan nama Yerobeam mengingatkan pada perpecahan yang tragis.

Tahukah kamu

Nama Abia

Abia berarti 'TUHAN adalah Bapaku' dalam bahasa Ibrani, nama yang menegaskan identitas iman.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 13:1

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 13:1

✕  Sering dikira

Abia naik takhta segera setelah Rehabeam mati tanpa jeda.

✓  Yang sebenarnya

Tahun kedelapan belas pemerintahan Yerobeam menunjukkan ada penyesuaian kalender.

✕  Sering dikira

Nama 'Yerobeam' selalu merujuk pada orang yang sama.

✓  Yang sebenarnya

Ada dua Yerobeam, raja Israel dan raja Yehuda.

Renungan

Renungan Singkat 2 Tawarikh 13:1

Kehidupan kita pun berjalan dalam kendali Allah. Setiap posisi atau tanggung jawab yang kita terima adalah kesempatan untuk melayani-Nya, bukan sekadar kebetulan. Mari kita jalani dengan setia.

Tuhan, terima kasih karena Engkau memegang kendali hidupku. Ajari aku menjalani tanggung jawab yang Kau percayakan dengan setia. Amin.