Raja dan pemimpin tunduk

2 Tawarikh 12:6

Sisak Menyerang Yehuda

Pemimpin-pemimpin Israel dan raja merendahkan diri dan berkata, “TUHAN benar.”

2 Tawarikh 12:6 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Tawarikh 12:6?

Para pemimpin Israel dan raja merendahkan diri dan mengakui, 'TUHAN benar.' Ini adalah momen pertobatan yang penting—mereka mengakui kebenaran Tuhan dalam menghakimi mereka dan mengakui dosa mereka.

Latar belakang

Pengakuan dan kerendahan hati

Setelah mendengar firman, Rehabeam dan para pemimpin mengakui bahwa TUHAN benar dan merendahkan diri. Ini adalah titik balik, membuka jalan bagi belas kasihan Allah.

Di mana

Yerusalem

Di kota Yerusalem, dalam respon terhadap teguran

Kapan

~925 SM

Monarki Bersatu pecah

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Teguran Semaya
TUHAN mengurangkan murka
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pemimpin-pemimpin Israel

Pejabat Yehuda yang menyadari kesalahan

T

Kepada

TUHAN

Allah yang adil dan penuh rahmat

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

כָּנַע

kana · merendahkan

menundukkan diri, merendahkan diri, menaklukkan

צַדִּיק

tsaddiq · benar

benar, adil, sesuai standar Allah

אָמַר

amar · berkata

mengatakan, menyatakan, mengucapkan

Merendahkan diri (kana) adalah sikap yang memungkinkan pengakuan keadilan (tsaddiq) Allah; pengakuan ini adalah awal dari pemulihan.

Tahukah kamu

Kata yang sama dipakai

Kata 'merendahkan diri' (kana) juga dipakai untuk Ahab di 1 Raja-raja 21:29, menunjukkan TUHAN menghargai pertobatan apa pun bentuknya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 12:6

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 12:6

✕  Sering dikira

Mengira mereka hanya takut pada Sisak, bukan bertobat

✓  Yang sebenarnya

Respons mereka adalah pengakuan bahwa TUHAN benar, yaitu pertobatan

✕  Sering dikira

Berpikir ini hanya reaksi emosional

✓  Yang sebenarnya

Teks menekankan sikap hati yang Tuhan lihat dan hargai

Renungan

Renungan Singkat 2 Tawarikh 12:6

Cara merespons teguran Tuhan adalah dengan mengakui kesalahan dan merendahkan diri. Kebanggaan menghancurkan, tetapi kerendahan hati membuka pintu kasih karunia. Hari ini, maukah kamu mengakui 'Tuhan benar' atas situasimu?

Ya Tuhan, Engkau selalu benar. Aku mengakui dosaku dan merendahkan diri di hadapan-Mu. Amin.