Raja Mengumpulkan Pasukan

2 Tawarikh 11:1

Rehabeam Menuruti Firman Tuhan

Ketika Rehabeam sampai di Yerusalem, dia mengumpulkan 180.000 pemuda terpilih dari kaum keturunan Yehuda dan Benyamin untuk berperang melawan orang Israel dan mengembalikan kerajaan itu kepada Rehabeam.

2 Tawarikh 11:1 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Tawarikh 11:1?

Rehabeam, raja Yehuda, mengumpulkan 180.000 tentara terbaik untuk berperang melawan kerajaan Israel utara yang dipimpin Yerobeam, karena ia ingin menyatukan kembali kerajaan yang terpecah.

Latar belakang

Rencana Perang

Rehabeam mengumpulkan 180.000 pemuda dari Yehuda dan Benyamin untuk berperang melawan orang Israel. Tujuannya untuk mengembalikan kerajaan di bawah kekuasaannya.

Di mana

Yerusalem

Di istana raja

Kapan

~931 SM

Kerajaan Terbagi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pemisahan kerajaan
Larangan berperang
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 2 Tawarikh

Sejarawan yang mencatat peristiwa kerajaan Yehuda

P

Kepada

Pembaca

Orang-orang yang membaca kitab ini

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

קָהַל

qahal · mengumpulkan

memanggil bersama, mengumpulkan

בָּחוּר

bachur · pemuda

pria muda, pilihan

צָבָא

tsava · berperang

berperang, bertempur

Kata 'qahal' menyiratkan pertemuan yang dipanggil resmi, menunjukkan rencana yang terorganisir, tetapi 'tsava' mengingatkan bahwa perang adalah tindakan serius yang bisa salah arah.

Tahukah kamu

Jumlah besar

Angka 180.000 menunjukkan kekuatan militer yang sangat besar, tetapi tetap tidak dipakai.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 11:1

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 11:1

✕  Sering dikira

Rehabeam benar untuk berperang karena itu haknya

✓  Yang sebenarnya

Tuhan melarangnya, menunjukkan kedaulatan-Nya atas situasi

✕  Sering dikira

Angka 180.000 terlalu besar, tidak mungkin

✓  Yang sebenarnya

Angka itu mungkin, tetapi intinya adalah kepatuhan kepada Tuhan

Renungan

Renungan Singkat 2 Tawarikh 11:1

Saat menghadapi konflik, kita sering kali langsung merencanakan perlawanan. Namun, sebelum bertindak, penting untuk berhenti sejenak dan mencari kehendak Tuhan, karena kekuatan manusiawi tidak selalu sejalan dengan rencana-Nya.

Tuhan, ajari aku untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan, terutama saat marah atau kecewa, tetapi selalu mencari kehendak-Mu terlebih dahulu. Amin.