Kabar Kematian Abner
2 Samuel 4:1
Kematian Isyboset
“Ketika anak Saul mendengar bahwa Abner sudah mati di Hebron, keberanian hatinya hilang dan seluruh Israel menjadi cemas.”2 Samuel 4:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketika didengar anak Saul, bahwa Abner sudah mati di Hebron, maka hilanglah keberaniannya, dan terkejutlah seluruh orang Israel.”2 Samuel 4:1 · TB
Terjemahan Baru
“Keturunan Saul yang lain ialah Mefiboset, putra Yonatan. Dia pincang sejak berumur lima tahun, yaitu ketika Saul dan Yonatan meninggal. Sebab pada saat kabar tentang kematian mereka datang dari kota Yizreel, inang pengasuh Mefiboset menggendongnya lalu lari; tetapi karena wanita itu sangat terburu-buru, anak itu jatuh sehingga menjadi pincang. Ketika Isyboset putra Saul mendengar bahwa Abner telah dibunuh di Hebron, hilanglah semangatnya, dan seluruh bangsa Israel menjadi gentar. Isyboset mempunyai dua orang perwira yang menjadi kepala pasukan penyerbu; yang seorang bernama Baana, yang seorang lagi bernama Rekhab. Mereka anak Rimon, dari Beerot dari suku Benyamin. (Beerot terhitung daerah Benyamin. Penduduk aslinya sudah melarikan diri ke Gitaim dan tinggal di sana semenjak itu.)”2 Samuel 4:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ketika Isboset mendengar bahwa Abner dibunuh di Hebron, dia dan seluruh orang Israel sangat ketakutan.”2 Samuel 4:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And when Saul’s son heard that Abner was dead in Hebron, his hands were feeble, and all the Israelites were troubled.”2 Samuel 4:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Samuel 4:1?
Ayat ini menggambarkan reaksi atas kematian Abner. Isyboset, putra Saul, kehilangan keberanian karena kehilangan panglimanya, dan seluruh Israel menjadi gempar. Ini menunjukkan betapa rentannya kepemimpinan Isyboset tanpa dukungan Abner.
Latar belakang
Kecemasan Israel
Saat Isyboset, anak Saul yang menjadi raja Israel utara, mendengar bahwa panglimanya Abner telah dibunuh, dia kehilangan semangat. Seluruh Israel juga menjadi cemas karena kehilangan pemimpin militer utama mereka.
Di mana
Mahanaim
Di istana Isyboset, setelah kabar kematian Abner
Kapan
~1010 SM
Masa pemerintahan Daud
Yang berbicara
Penulis 2 Samuel
Narator yang mencatat sejarah kerajaan Daud
Kepada
Pembaca
Pembaca Israel kuno dan modern
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בֶּן־שָׁאוּל
ben-shaul · anak Saul
Keturunan laki-laki dari Raja Saul
שָׁמַע
shama · mendengar
Menerima informasi melalui telinga
יָד
yad · keberanian
Tangan, kekuatan, atau semangat
Kata 'yad' (tangan) melambangkan kekuatan dan ketahanan; kehilangan tangan berarti kehilangan kekuatan. Isyboset kehilangan pegangan ketika Abner mati.
Tahukah kamu
Gugup di Istana
Isyboset adalah salah satu dari empat anak Saul, tetapi ia tidak pernah menjadi raja yang kuat; ia hanya menguasai wilayah di timur Yordan, sementara Daud memerintah di Hebron.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 4:1
1 Samuel 31:4
Kematian Saul
“Saul berkata kepada pembawa senjatanya, 'Hunuslah pedangmu dan tikamlah aku, supaya jangan orang-orang yang tidak bersunat ini datang menikam aku dan mempermainkan aku.'”
2 Samuel 3:27
Abner dibunuh
“Sebab itu Yoab menyuruh orang kepada Abner, lalu memanggil dia dari Beerot, tetapi ketika Abner sampai kepadanya, dia langsung membunuhnya di sana.”
2 Samuel 3:31
Duka atas Abner
“Daud berkata kepada Yoab dan kepada seluruh rakyat yang bersama-sama dengan dia, 'Koyakkanlah pakaianmu dan pakailah kain kabung.'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Samuel 4:1
✕ Sering dikira
Isyboset digambarkan sebagai pengecut karena takut, tanpa alasan.
✓ Yang sebenarnya
Ketakutan Isyboset wajar karena ia kehilangan panglima perangnya, dan ini menandakan keruntuhan kerajaannya.
✕ Sering dikira
Seluruh Israel adalah seluruh bangsa, termasuk suku Yehuda.
✓ Yang sebenarnya
Di sini 'Israel' merujuk pada suku-suku utara yang mengikuti Isyboset, bukan termasuk Yehuda yang sudah memilih Daud.
Renungan
Renungan Singkat 2 Samuel 4:1
Ketika kita mengandalkan manusia atau posisi, kita mudah goyah saat mereka pergi. Mari belajar bersandar pada Tuhan yang tidak pernah berubah, agar kita tidak mudah takut dalam situasi sulit.
Ya Tuhan, ajari aku untuk berani bersandar pada-Mu, bukan pada manusia, agar hatiku tidak mudah gentar saat menghadapi perubahan. Amin.