2 Samuel 23:9
“Sesudah dia, ada Eleazar, anak Dodo, anak orang Ahohi. Dia termasuk di antara tiga orang perkasa yang menyertai Daud ketika mereka mengolok-olok orang Filistin yang berkumpul di sana untuk berperang. Ketika orang-orang Israel telah mundur,”2 Samuel 23:9 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan sesudah dia, Eleazar anak Dodo, anak seorang Ahohi; ia termasuk ketiga pahlawan itu. Ia ada bersama-sama Daud, ketika mereka mengolok-olok orang Filistin, yang telah berkumpul di sana untuk berperang, padahal orang-orang Israel telah mengundurkan diri.”2 Samuel 23:9 · TB
Terjemahan Baru
“Orang kedua dalam Triwira itu ialah Eleazar anak Dodo dari kaum Ahohi. Ia mengiringi Daud ketika mereka menghadapi orang Filistin yang telah berkumpul untuk berperang. Lalu pada waktu pasukan Israel mundur,”2 Samuel 23:9 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Yang kedua bernama Eleasar anak Dodo, cucu Ahohi. Dia menjadi salah satu perwira utama karena suatu kali, ketika pasukan Israel bertempur melawan orang Filistin, semua tentara mundur. Hanya Eleasar yang tetap mendampingi Daud menghadapi mereka.”2 Samuel 23:9 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And after him was Eleazar the son of Dodo the Ahohite, one of the three mighty men with David, when they defied the Philistines that were there gathered together to battle, and the men of Israel were gone away:”2 Samuel 23:9 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Samuel 23:9?
Ayat ini memperkenalkan Eleazar, anak Dodo, orang Ahohi. Dia termasuk tiga perkasa yang menyertai Daud saat melawan Filistin. Ketika Israel mundur, Eleazar tetap bertahan dan melawan musuh sendirian. Ini menunjukkan kesetiaan dan keberanian yang luar biasa di tengah situasi sulit.
Renungan
Renungan Singkat 2 Samuel 23:9
Saat orang lain mundur dan menyerah, kita dipanggil untuk berdiri teguh dalam iman. Eleazar menjadi teladan: bertahan dalam peperangan, tidak peduli keadaan. Kita bisa menerapkannya dalam perjuangan iman sehari-hari—tetap setia walau tidak didukung banyak orang.
Ya Tuhan, berikan aku keberanian untuk teguh berdiri seperti Eleazar, bahkan ketika orang lain mundur. Amin.