Eleazar, Panglima yang Teguh
2 Samuel 23:9
Para Pahlawan Daud
PerikopTiga Pahlawan · 2 Samuel 23:8-17 →“Sesudah dia, ada Eleazar, anak Dodo, anak orang Ahohi. Dia termasuk di antara tiga orang perkasa yang menyertai Daud ketika mereka mengolok-olok orang Filistin yang berkumpul di sana untuk berperang. Ketika orang-orang Israel telah mundur,”2 Samuel 23:9 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan sesudah dia, Eleazar anak Dodo, anak seorang Ahohi; ia termasuk ketiga pahlawan itu. Ia ada bersama-sama Daud, ketika mereka mengolok-olok orang Filistin, yang telah berkumpul di sana untuk berperang, padahal orang-orang Israel telah mengundurkan diri.”2 Samuel 23:9 · TB
Terjemahan Baru
“Orang kedua dalam Triwira itu ialah Eleazar anak Dodo dari kaum Ahohi. Ia mengiringi Daud ketika mereka menghadapi orang Filistin yang telah berkumpul untuk berperang. Lalu pada waktu pasukan Israel mundur,”2 Samuel 23:9 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Yang kedua bernama Eleasar anak Dodo, cucu Ahohi. Dia menjadi salah satu perwira utama karena suatu kali, ketika pasukan Israel bertempur melawan orang Filistin, semua tentara mundur. Hanya Eleasar yang tetap mendampingi Daud menghadapi mereka.”2 Samuel 23:9 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And after him was Eleazar the son of Dodo the Ahohite, one of the three mighty men with David, when they defied the Philistines that were there gathered together to battle, and the men of Israel were gone away:”2 Samuel 23:9 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Samuel 23:9?
Ayat ini memperkenalkan Eleazar, anak Dodo, orang Ahohi. Dia termasuk tiga perkasa yang menyertai Daud saat melawan Filistin. Ketika Israel mundur, Eleazar tetap bertahan dan melawan musuh sendirian. Ini menunjukkan kesetiaan dan keberanian yang luar biasa di tengah situasi sulit.
Latar belakang
Eleazar Bertahan Saat Rakyat Mundur
Eleazar, anak Dodo, termasuk tiga pahlawan utama. Saat Israel mundur dan Filistin mengejek, ia berdiri sendiri melawan musuh. Tangan kanannya melekat pada pedang, dan TUHAN memberinya kemenangan besar, lalu rakyat kembali untuk menjarah.
Di mana
Efes-Damim
Medan pertempuran melawan Filistin
Kapan
~1010 SM
Masa perjuangan Daud
Yang berbicara
Penulis 2 Samuel
Narasumber sejarah kerajaan Daud, kemungkinan dari kalangan nabi/imam.
Kepada
Pembaca kitab 2 Samuel
Umat Israel yang ingin mengenal sejarah raja mereka.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אָסַף
asaf · berkumpul
berhimpun, berkumpul untuk perang
עָלָה
alah · mundur
naik; di sini berarti pergi/undur diri
דָּבַק
davaq · melekat
menempel, bersatu erat
Ketegangan antara 'berkumpul' (musuh) dan 'mundur' (Israel) diselesaikan dengan 'melekat'—ketekunan Eleazar pada pedangnya menggambarkan kesetiaan pada tugas.
Tahukah kamu
Pedang yang Melekat
Frasa 'tangannya melekat pada pedang' mungkin hiperbola untuk menunjukkan kelelahan luar biasa, atau bisa juga karena darah yang mengering lengket, sehingga pedang tak terlepas dari genggamannya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 23:9
1 Tawarikh 11:13
paralel langsung
“Ia ada bersama Daud di Pas-Damim, ketika orang Filistin berkumpul di sana untuk berperang.”
Imamat 26:8
kemenangan ajaib
“Lima orang dari antara kamu akan mengejar seratus, dan seratus dari antara kamu akan mengejar sepuluh ribu.”
Yosua 23:10
TUHAN berperang
“Satu orang dari antara kamu akan mengejar seribu orang, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berperang bagi kamu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Samuel 23:9
✕ Sering dikira
Eleazar bertarung sendirian tanpa bantuan siapa pun.
✓ Yang sebenarnya
Ia mungkin dibantu beberapa orang, tetapi ia menjadi tokoh utama; yang jelas TUHAN yang memberikan kemenangan.
✕ Sering dikira
Mundurnya Israel adalah tanda pengecut.
✓ Yang sebenarnya
Konteks tidak menghakimi; itu strategi atau ketakutan, tetapi Eleazar tetap bertahan.
Renungan
Renungan Singkat 2 Samuel 23:9
Saat orang lain mundur dan menyerah, kita dipanggil untuk berdiri teguh dalam iman. Eleazar menjadi teladan: bertahan dalam peperangan, tidak peduli keadaan. Kita bisa menerapkannya dalam perjuangan iman sehari-hari—tetap setia walau tidak didukung banyak orang.
Ya Tuhan, berikan aku keberanian untuk teguh berdiri seperti Eleazar, bahkan ketika orang lain mundur. Amin.