Kelaparan Tiga Tahun
2 Samuel 21:1
Daud Menebus Utang Darah Gibeon
PerikopKeluarga Saul Dihukum · 2 Samuel 21:1-9 →“Pada masa pemerintahan Daud, terjadilah kelaparan selama 3 tahun berturut-turut. Lalu, Daud pergi menanyakan petunjuk kepada TUHAN. TUHAN menjawab, “Pada Saul dan keluarganya ada utang darah karena telah membunuh orang-orang Gibeon.””2 Samuel 21:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dalam zaman Daud terjadilah kelaparan selama tiga tahun berturut-turut, lalu Daud pergi menanyakan petunjuk TUHAN. Berfirmanlah TUHAN: "Pada Saul dan keluarganya melekat hutang darah, karena ia telah membunuh orang-orang Gibeon."”2 Samuel 21:1 · TB
Terjemahan Baru
“Semasa Daud memerintah, terjadilah bala kelaparan hebat yang berlangsung selama tiga tahun penuh. Lalu Daud meminta petunjuk TUHAN mengenai hal itu, dan TUHAN berkata, "Bala kelaparan itu ialah karena kesalahan Saul dan keluarganya, mereka telah membunuh orang-orang Gibeon."”2 Samuel 21:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Pada masa pemerintahan Daud, terjadi bencana kelaparan selama tiga tahun berturut-turut. Lalu Daud berdoa meminta petunjuk TUHAN, dan TUHAN menjawab, “Hal ini terjadi karena Saul sudah melanggar sumpah bangsa Israel kepada orang Gibeon. Saul membunuh keturunan Gibeon, maka sekarang anak-anaknya juga masih bertanggung jawab atas penumpahan darah orang Gibeon itu.””2 Samuel 21:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then there was a famine in the days of David three years, year after year; and David enquired of the LORD. And the LORD answered, It is for Saul, and for his bloody house, because he slew the Gibeonites.”2 Samuel 21:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Samuel 21:1?
Ketika terjadi kelaparan selama tiga tahun, Daud mencari Tuhan dan mendapat jawaban bahwa itu akibat dosa Saul yang membunuh orang Gibeon, meskipun Israel telah bersumpah untuk melindungi mereka.
Latar belakang
Tanah Kering, Hati Bertanya
Israel dilanda kelaparan hebat selama tiga tahun berturut-turut. Daud mencari petunjuk TUHAN dan mendapat jawaban bahwa ada utang darah di tangan keluarga Saul, karena Saul pernah membunuh orang Gibeon dengan zalim.
Di mana
Israel
Seluruh negeri, masa pemerintahan Daud
Kapan
~1000 SM
Kerajaan Daud
Yang berbicara
Penulis 2 Samuel
Narator yang mencatat sejarah kerajaan Daud
Kepada
Pembaca Israel
Umat Tuhan yang mengenal sejarah Daud
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רָעָב
ra'av · kelaparan
kekurangan makanan yang parah, sering sebagai hukuman Tuhan
בִּקֵּשׁ
biqqesh · mencari petunjuk
mencari dengan sungguh-sungguh, bertanya kepada Tuhan
דָּם
dam · utang darah
darah, melambangkan kesalahan karena pembunuhan
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa kelaparan bukan sekadar bencana alam, melainkan akibat dosa masa lalu yang harus diselesaikan. Daud memulai langkah penebusan dengan bertanya kepada Tuhan, bukan kepada manusia.
Tahukah kamu
Orang Gibeon dan Perjanjian Lama
Orang Gibeon adalah penduduk kota Gibeon yang membuat perjanjian damai dengan Yosua (Yosua 9). Pelanggaran sumpah ini dianggap sangat serius di mata Tuhan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 21:1
Ulangan 21:8
utang darah dan penebusan
“Adakanlah pendamaian bagi umat-Mu Israel yang telah Kautebus, dan janganlah timpakan darah orang yang tidak bersalah kepada umat-Mu.”
Yosua 9:15
perjanjian dengan Gibeon
“Yosua mengadakan persahabatan dengan mereka dan mengikat perjanjian dengan mereka untuk membiarkan mereka hidup.”
Roma 12:19
Tuhan yang menuntut darah
“Pembalasan adalah hak-Ku. Aku akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Samuel 21:1
✕ Sering dikira
Kelaparan terjadi karena Daud berdosa
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini jelas menyebutkan bahwa penyebabnya adalah dosa Saul, bukan Daud.
✕ Sering dikira
Daud bertanya kepada dukun atau arwah
✓ Yang sebenarnya
Yang dimaksud 'mencari petunjuk TUHAN' adalah bertanya kepada Tuhan melalui imam atau nabi, bukan praktik terlarang.
Renungan
Renungan Singkat 2 Samuel 21:1
Masalah yang berkepanjangan bisa jadi berasal dari pelanggaran di masa lalu. Kita perlu berani mengakui dan memperbaiki kesalahan, bukan hanya berharap masalah hilang.
Tuhan, ajari kami untuk mencari Engkau dalam setiap kesulitan dan berani menghadapi akar masalahnya. Amin.