Pertemuan mematikan di Gibeon

2 Samuel 20:8

Pemberontakan Seba

PerikopYoab Membunuh Amasa · 2 Samuel 20:8-10 →
“Ketika mereka sampai di batu besar yang ada di Gibeon, ternyata Amasa sudah sampai lebih dahulu. Saat itu, Yoab mengenakan pakaian perangnya, dan di ikat pinggangnya ada pedang yang melekat pada pinggangnya. Dia pun maju dan menjatuhkan pedang itu dari sarungnya.”

2 Samuel 20:8 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Samuel 20:8?

Yoab, berpakaian perang dan membawa pedang, bertemu Amasa di Gibeon. Ayat ini menggambarkan ketegangan dan tipu daya yang terjadi di antara para pemimpin Daud.

Latar belakang

Yoab berpura-pura

Di batu besar Gibeon, Yoab berpapasan dengan Amasa yang terlambat. Dengan licik, Yoab menyamar untuk menyerang, menjatuhkan pedangnya sebagai tanda, lalu menyapa Amasa dengan mesra.

Di mana

Gibeon

Di batu besar, siang hari

Kapan

~980 SM

Kerajaan Daud

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pemberontakan Absalom
Pengepungan Abel
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 2 Samuel

Nabi/penulis sejarah, ~1000 SM

P

Kepada

Pembaca Israel

Umat Tuhan, generasi berikutnya

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

הָאֶבֶן הַגְּדוֹלָה

ha'even hagedolah · batu besar

batu yang sangat besar, menjadi penanda tempat

חֶרֶב

cherev · pedang

alat perang bermata tajam

וַתִּפֹּל

vattipol · jatuh

terlepas atau turun

Batu besar, pedang, dan jatuhnya pedang menandakan tempat yang sakral dan niat jahat yang tersembunyi.

Tahukah kamu

Batu Besar Gibeon

Gibeon adalah kota imam dan tempat kemah suci berada, jadi batu besar ini mungkin adalah tempat bersejarah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 20:8

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Samuel 20:8

✕  Sering dikira

Pedang jatuh secara tidak sengaja.

✓  Yang sebenarnya

Yoab sengaja menjatuhkannya untuk mengambil posisi agar bisa menyerang.

✕  Sering dikira

Amasa lengah karena naif.

✓  Yang sebenarnya

Amasa mungkin tidak curiga, tapi Yoab jelas merencanakan pembunuhan.

Renungan

Renungan Singkat 2 Samuel 20:8

Saat kita berhadapan dengan orang yang tampak bersahabat, tetap bijaksana dan waspada. Jangan mudah percaya pada basa-basi tanpa mengenali hati yang sebenarnya.

Tuhan, berikan kami hikmat untuk membaca situasi dan hati orang lain, sehingga kami tidak terjebak tipu daya. Amin.