Pembunuhan Amasa oleh Yoab
2 Samuel 20:10
Pemberontakan Seba dan Akibatnya
“Amasa tidak mengawasi pedang yang ada di tangan Yoab itu, yang ditikamkan ke perutnya sehingga mencurahkan isi perutnya ke tanah. Tidak ditikamnya dua kali, sebab dia sudah mati. Setelah itu, Yoab dan Abisai, adiknya, mengejar Seba, anak Bikri. Setelah itu, Yoab dan Abisai adiknya melanjutkan pengejaran terhadap Seba.”2 Samuel 20:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Amasa tidak awas terhadap pedang yang ada di tangan Yoab itu; Yoab menikam pedang itu ke perutnya, sehingga isi perutnya tertumpah ke tanah. Tidak usah dia ditikamnya dua kali, sebab ia sudah mati. Lalu Yoab dan Abisai, adiknya, terus mengejar Seba bin Bikri.”2 Samuel 20:10 · TB
Terjemahan Baru
“Amasa tidak melihat ada pedang di tangan kiri Yoab. Tiba-tiba Yoab menikamkan pedang itu ke perut Amasa, sehingga isi perutnya berhamburan ke tanah. Dia tewas pada saat itu juga, sehingga Yoab tidak perlu menikamnya lagi. Lalu Yoab dan Abisai adiknya, terus mengejar Seba.”2 Samuel 20:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Amasa tidak memperhatikan pisau itu, hingga tiba-tiba Yoab menusuk perutnya sampai usus-ususnya terburai dan jatuh ke tanah. Amasa langsung meninggal dengan sekali tusuk. Kemudian Yoab dan Abisai lanjut mengejar Seba.”2 Samuel 20:10 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But Amasa took no heed to the sword that was in Joab’s hand: so he smote him therewith in the fifth rib, and shed out his bowels to the ground, and struck him not again; and he died. So Joab and Abishai his brother pursued after Sheba the son of Bichri.”2 Samuel 20:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Samuel 20:10?
Yoab menusuk Amasa dengan pedang sampai mati, membalas kematian Absalom namun dengan cara kejam dan di luar perintah Daud. Ini menunjukkan dampak dari dendam dan ambisi pribadi.
Latar belakang
Penghianatan di Tengah Jalan
Amasa, yang baru diangkat Daud sebagai panglima, terlambat memanggil Yehuda. Yoab, yang iri dan dendam karena digantikan, menyambut Amasa dengan ciuman, lalu menusuknya dengan pedang yang tersembunyi. Amasa mati seketika tanpa sempat membela diri.
Di mana
Gibeon
Batu besar dekat Gibeon, di jalan raya
Kapan
~980 SM
Kerajaan Bersatu
Yang berbicara
Penulis 2 Samuel
Narator yang mencatat sejarah kerajaan Daud
Kepada
Pembaca kitab
Umat Israel yang mempelajari sejarah nenek moyang
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בֶּטֶן
beten · perutnya
rongga perut, tempat organ vital
חֶרֶב
cherev · pedang
senjata tajam untuk membunuh
מוּת
mut · mati
berhenti hidup, mati
Kata-kata ini menekankan kekejaman Yoab: ia menusuk bagian yang sangat vital dengan alat pembunuh, menyebabkan kematian seketika—sebuah tindakan yang sangat biadab.
Tahukah kamu
Ciuman Maut
Dalam budaya Timur Tengah, mencium pipi adalah tanda kehormatan dan persahabatan. Yoab memanfaatkan ini untuk mengecoh Amasa, menunjukkan betapa liciknya ia.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 20:10
2 Samuel 3:27
Pembunuhan licik
“Ketika Abner kembali ke Hebron, Yoab menyingkirkannya ke samping di tengah-tengah pintu gerbang dan menikam dia di sana.”
1 Raja-raja 2:5
Dosa Yoab dikenang
“Engkau tahu sendiri apa yang dilakukan Yoab, anak Zeruya, kepadaku, apa yang dilakukannya kepada kedua panglima Israel, Abner dan Amasa.”
Mazmur 55:21
Kemunafikan mematikan
“Lidahnya lebih licin daripada mentega, tetapi hatinya penuh peperangan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Samuel 20:10
✕ Sering dikira
Orang mengira Yoab bertindak atas perintah Daud untuk membunuh Amasa.
✓ Yang sebenarnya
Daud justru mengangkat Amasa menjadi panglima; Yoab bertindak atas inisiatif sendiri, didorong cemburu dan dendam.
✕ Sering dikira
Amasa ceroboh dan tidak waspada, sehingga pantas mati.
✓ Yang sebenarnya
Amasa tidak menyangka pengkhianatan dari orang yang tampak bersahabat; Yoab mengecohnya dengan ciuman, bukan karena Amasa tidak waspada.
Renungan
Renungan Singkat 2 Samuel 20:10
Dendam dan ambisi yang tidak dikendalikan dapat membuat kita melakukan tindakan yang menyakitkan orang lain. Saat muncul keinginan membalas, serahkan kepada Tuhan dan carilah damai.
Tuhan, jauhkan kami dari dendam dan ambisi yang merusak. Mampukan kami untuk mengampuni dan mencari jalan yang berkenan kepada-Mu. Amin.