2 Samuel 19:8
“Lalu, raja bangkit dan duduk di pintu gerbang. Kepada seluruh rakyat diberitahukan, katanya, “Ketahuilah, raja duduk di pintu gerbang.” Lalu, seluruh rakyat datang untuk menghadap raja. Sementara itu, orang Israel sudah melarikan diri ke tendanya masing-masing.”2 Samuel 19:8 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu bangunlah raja dan duduk di pintu gerbang. Maka diberitahukanlah kepada seluruh rakyat, demikian: "Ketahuilah, raja duduk di pintu gerbang." Kemudian datanglah seluruh rakyat itu menghadap raja. Adapun orang Israel sudah melarikan diri, masing-masing ke kemahnya.”2 Samuel 19:8 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian bangkitlah raja dan pergi ke luar, dan duduk di dekat pintu gerbang. Anak buahnya mendengar bahwa dia ada di situ, lalu mereka semua datang menghadap. Sementara itu seluruh pasukan Israel telah melarikan diri, dan pulang ke rumahnya masing-masing.”2 Samuel 19:8 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Maka Daud pun bangun dan duduk di gerbang kota. Sesudah diumumkan kepada pasukannya bahwa raja sedang duduk di gerbang kota, mereka semua berkumpul di hadapannya. Sementara itu, pasukan Absalom sudah melarikan diri ke rumah mereka masing-masing.”2 Samuel 19:8 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then the king arose, and sat in the gate. And they told unto all the people, saying, Behold, the king doth sit in the gate. And all the people came before the king: for Israel had fled every man to his tent.”2 Samuel 19:8 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Samuel 19:8?
Daud menuruti nasihat Yoab dan duduk di pintu gerbang, yang merupakan tempat pusat pemerintahan dan pengadilan. Tindakan ini memulihkan kepercayaan rakyat, karena mereka melihat raja kembali menjalankan tugasnya. Sementara itu, orang Israel yang telah melarikan diri ke tenda-tenda mereka, kemudian datang menghadap raja, menandakan awal rekonsiliasi.
Renungan
Renungan Singkat 2 Samuel 19:8
Kadang, langkah pertama untuk memulihkan hubungan adalah dengan kembali menjalankan tugas dan tanggung jawab kita. Tindakan nyata lebih meyakinkan daripada kata-kata.
Ya Tuhan, berilah aku kekuatan untuk bangkit dan melakukan bagianku, bahkan setelah kegagalan, agar melalui tindakanku aku dapat memulihkan kepercayaan dan damai. Amin.