2 Samuel 19:11
“Raja Daud mengirim orang kepada Zadok dan kepada Abyatar, para imam itu, dengan pesan, “Berbicaralah kepada para tua-tua Yehuda dengan berkata, ‘Mengapa engkau menjadi yang terakhir untuk mengembalikan raja ke istananya? Sebab, perkataan seluruh Israel telah sampai ke istana, di hadapan raja.”2 Samuel 19:11 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Raja Daud telah menyuruh orang kepada Zadok dan Abyatar, imam-imam itu, dengan pesan: "Berbicaralah kepada para tua-tua Yehuda, demikian: Mengapa kamu menjadi yang terakhir untuk membawa raja kembali ke istananya?" Sebab perkataan seluruh Israel telah sampai kepada raja.”2 Samuel 19:11 · TB
Terjemahan Baru
“Kata-kata itu sampai juga kepada Raja Daud. Sebab itu dia menyuruh Imam Zadok dan Imam Abyatar menanyakan kepada para pemimpin Yehuda demikian, "Mengapa kamu menjadi yang terakhir untuk menyambut dan mengiringi raja kembali ke istananya?”2 Samuel 19:11 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Raja Daud mendengar kabar tentang pendapat rakyat itu. Lalu dia mengirim pesan kepada Imam Zadok dan Imam Abiatar, “Sampaikanlah kepada para tua-tua suku Yehuda, ‘Saya sudah mendengar pendapat orang-orang Israel, kecuali dari kalian. Mengapa kalian belum sepakat untuk membawa saya kembali ke istana?”2 Samuel 19:11 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And king David sent to Zadok and to Abiathar the priests, saying, Speak unto the elders of Judah, saying, Why are ye the last to bring the king back to his house? seeing the speech of all Israel is come to the king, even to his house.”2 Samuel 19:11 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Samuel 19:11?
Daud mengirim pesan kepada imam Zadok dan Abyatar untuk berbicara kepada para tua-tua Yehuda, agar mereka menjadi yang pertama mengembalikan raja ke istananya. Ini menunjukkan inisiatif Daud untuk merekonsiliasi diri dengan sukunya sendiri, yang telah mendukung Absalom. Daud ingin mereka mengambil langkah pertama, sehingga persatuan dapat dipulihkan.
Renungan
Renungan Singkat 2 Samuel 19:11
Dalam memulihkan hubungan yang retak, kita perlu mengambil inisiatif, meskipun kita yang telah dikhianati. Tindakan untuk menjembatani perbedaan menunjukkan kerendahan hati dan kasih.
Ya Bapa, ajarku untuk berani mengambil langkah pertama dalam rekonsiliasi, dan berikan aku hikmat untuk menyampaikan hal yang benar pada waktu yang tepat. Amin.