2 Samuel 18:14
“Yoab berkata, “Aku tidak akan membuang-buang waktu seperti ini denganmu.” Lalu, dia mengambil tiga lembing di tangannya dan ditikamkannya ke dalam jantung Absalom ketika dia masih hidup, di tengah-tengah pohon tarbantin itu.”2 Samuel 18:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi Yoab berkata: "Aku tidak mau membuang-buang waktu dengan kau seperti ini." Lalu diambilnyalah tiga lembing dalam tangannya dan ditikamkannya ke dada Absalom, sedang ia masih hidup di tengah-tengah dahan pohon tarbantin itu.”2 Samuel 18:14 · TB
Terjemahan Baru
“"Sudahlah! Habis waktu hanya bersoal jawab dengan engkau," kata Yoab. Lalu Yoab mengambil tiga batang tombak dan menikamnya ke dada Absalom yang ketika itu masih hidup dan tergantung pada pohon.”2 Samuel 18:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Yoab berkata, “Saya tidak mau buang-buang waktu bicara denganmu!” Kemudian, saat Absalom masih hidup dan sedang tersangkut di pohon besar itu, Yoab menikam dada Absalom dengan tiga tombak.”2 Samuel 18:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then said Joab, I may not tarry thus with thee. And he took three darts in his hand, and thrust them through the heart of Absalom, while he was yet alive in the midst of the oak.”2 Samuel 18:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Samuel 18:14?
Yoab, dengan tindakan yang kejam dan tidak menghormati perintah raja, membunuh Absalom yang sudah terluka dan tergantung. Ini menunjukkan bahwa ambisi dan dendam pribadi dapat membuat seseorang mengabaikan perintah yang jelas dari pemimpinnya.
Renungan
Renungan Singkat 2 Samuel 18:14
Dalam hidup, kita mungkin merasa 'tidak punya waktu' untuk mempertimbangkan dampak dari keputusan kita, seperti Yoab yang terburu-buru. Namun, tindakan impulsif yang mengabaikan otoritas dan kasih seringkali membawa penyesalan. Belajarlah untuk mendengarkan dan menaati, bahkan saat kita merasa tindakan kita dibenarkan.
Ya Tuhan, ampunilah aku jika sering bertindak berdasarkan emosi atau keinginan sendiri, dan ajarilah aku untuk menghormati otoritas serta keputusan yang Engkau percayakan, agar aku tidak menimbulkan luka yang dalam. Amin.