2 Samuel 15:2
“Setiap pagi, Absalom bangun, lalu berdiri di tepi jalan yang menuju pintu gerbang. Setiap orang yang mempunyai perkara dan yang masuk menghadap raja untuk diadili, Absalom akan memanggilnya dan bertanya, “Dari kota manakah kamu ini?” Lalu, dia menjawab, “Hambamu ini dari salah satu suku Israel.””2 Samuel 15:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka setiap pagi berdirilah Absalom di tepi jalan yang menuju pintu gerbang. Setiap orang yang mempunyai perkara dan yang mau masuk menghadap raja untuk diadili perkaranya, orang itu dipanggil Absalom dan ditanyai: "Dari kota manakah engkau?" Apabila ia menjawab: "Hambamu ini datang dari suku Israel anu,"”2 Samuel 15:2 · TB
Terjemahan Baru
“Setiap hari Absalom bangun pagi-pagi lalu berdiri di tepi jalan di dekat pintu gerbang istana. Setiap orang yang hendak mengadukan perkaranya kepada raja, dipanggil dan ditanyai oleh Absalom, katanya, "Engkau dari suku mana?" Dan jika orang itu menjawab, "Dari suku ini atau itu,"”2 Samuel 15:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Setiap hari Absalom biasa datang pagi-pagi ke tepi jalan yang menuju pintu gerbang istana. Setiap kali ada orang yang hendak menghadap raja untuk mengadukan masalahnya, Absalom selalu memanggil orang itu dan bertanya, “Hai kawan, kamu berasal dari kota mana?” Lalu orang itu memberitahukan kota dan suku asalnya.”2 Samuel 15:2 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Absalom rose up early, and stood beside the way of the gate: and it was so, that when any man that had a controversy came to the king for judgment, then Absalom called unto him, and said, Of what city art thou? And he said, Thy servant is of one of the tribes of Israel.”2 Samuel 15:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Samuel 15:2?
Absalom berdiri di dekat pintu gerbang dan berpura-pura peduli pada orang-orang yang mencari keadilan dari raja, menanyakan asal mereka untuk menarik simpati.
Renungan
Renungan Singkat 2 Samuel 15:2
Terkadang kita bisa menjadi munafik, menunjukkan perhatian palsu untuk mendapat dukungan. Yesus mengajarkan ketulusan; marilah kita belajar mendengarkan dan membantu tanpa pamrih.
Ya Bapa, beri aku hati yang tulus untuk mendengarkan dan menolong sesama tanpa mencari pujian, Amin.