Absalom menunggu di gerbang untuk menjegal
2 Samuel 15:2
Absalom Mencuri Hati Israel
PerikopPersekongkolan Absalom · 2 Samuel 15:1-6 →“Setiap pagi, Absalom bangun, lalu berdiri di tepi jalan yang menuju pintu gerbang. Setiap orang yang mempunyai perkara dan yang masuk menghadap raja untuk diadili, Absalom akan memanggilnya dan bertanya, “Dari kota manakah kamu ini?” Lalu, dia menjawab, “Hambamu ini dari salah satu suku Israel.””2 Samuel 15:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka setiap pagi berdirilah Absalom di tepi jalan yang menuju pintu gerbang. Setiap orang yang mempunyai perkara dan yang mau masuk menghadap raja untuk diadili perkaranya, orang itu dipanggil Absalom dan ditanyai: "Dari kota manakah engkau?" Apabila ia menjawab: "Hambamu ini datang dari suku Israel anu,"”2 Samuel 15:2 · TB
Terjemahan Baru
“Setiap hari Absalom bangun pagi-pagi lalu berdiri di tepi jalan di dekat pintu gerbang istana. Setiap orang yang hendak mengadukan perkaranya kepada raja, dipanggil dan ditanyai oleh Absalom, katanya, "Engkau dari suku mana?" Dan jika orang itu menjawab, "Dari suku ini atau itu,"”2 Samuel 15:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Setiap hari Absalom biasa datang pagi-pagi ke tepi jalan yang menuju pintu gerbang istana. Setiap kali ada orang yang hendak menghadap raja untuk mengadukan masalahnya, Absalom selalu memanggil orang itu dan bertanya, “Hai kawan, kamu berasal dari kota mana?” Lalu orang itu memberitahukan kota dan suku asalnya.”2 Samuel 15:2 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Absalom rose up early, and stood beside the way of the gate: and it was so, that when any man that had a controversy came to the king for judgment, then Absalom called unto him, and said, Of what city art thou? And he said, Thy servant is of one of the tribes of Israel.”2 Samuel 15:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Samuel 15:2?
Absalom berdiri di dekat pintu gerbang dan berpura-pura peduli pada orang-orang yang mencari keadilan dari raja, menanyakan asal mereka untuk menarik simpati.
Latar belakang
Absalom menjegal orang-orang yang mencari keadilan
Setiap pagi Absalom berdiri di dekat gerbang kota, tempat orang datang untuk mencari keadilan dari raja. Dia memanggil mereka dan menanyakan asal mereka. Ini adalah cara untuk mengenal dan mempengaruhi rakyat.
Di mana
Yerusalem
Di dekat pintu gerbang kota, tempat pengadilan
Kapan
~980 SM
Akhir pemerintahan Daud
Yang berbicara
Penulis/penyusun 2 Samuel
Sumber nabi, mungkin Natan atau Gad, ~40 tahun
Kepada
Pembaca Israel
Bangsa pilihan yang butuh hikmat
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בַּבֹּקֶר
babboqer · setiap pagi
pada waktu pagi, menunjukkan kebiasaan rutin
עָמַד
amad · berdiri
berdiri tegak, siap untuk bertindak
דָּבָר
davar · perkara
urusan, masalah hukum, atau perselisihan
Ketekunan dan kesiapan Absalom (setiap pagi, berdiri) menunjukkan niat yang terencana. Kata 'davar' juga bisa berarti 'firman', tetapi di sini berarti perkara hukum, menunjukkan Absalom menggunakan keadilan sebagai alat politik.
Tahukah kamu
Gerbang kota adalah pusat kegiatan hukum
Pada zaman Alkitab, gerbang kota adalah tempat di mana para tua-tua duduk untuk mengadili perkara. Ini adalah tempat umum yang ramai, ideal untuk berinteraksi dengan banyak orang.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 15:2
Keluaran 18:13
tempat pengadilan
“Pada keesokan harinya duduklah Musa mengadili perkara di antara bangsa itu...”
Amsal 16:12
keadilan raja
“Kekejian bagi raja untuk berbuat curang, karena takhta tegak oleh kebenaran.”
Mazmur 26:4
menghindari penipu
“Aku tidak duduk dengan pendusta dan tidak bergaul dengan orang-orang yang menyembunyikan diri.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Samuel 15:2
✕ Sering dikira
Mengira Absalom benar-benar peduli membantu rakyat.
✓ Yang sebenarnya
Tujuannya adalah mencuri hati dan merongrong otoritas Daud.
✕ Sering dikira
Menganggap perkara 'baik dan benar' itu jujur.
✓ Yang sebenarnya
Absalom hanya berpura-pura, karena dia tidak punya kuasa untuk memutuskan perkara; dia memanfaatkan kekecewaan rakyat.
Renungan
Renungan Singkat 2 Samuel 15:2
Terkadang kita bisa menjadi munafik, menunjukkan perhatian palsu untuk mendapat dukungan. Yesus mengajarkan ketulusan; marilah kita belajar mendengarkan dan membantu tanpa pamrih.
Ya Bapa, beri aku hati yang tulus untuk mendengarkan dan menolong sesama tanpa mencari pujian, Amin.