Menemui Nabiah Hulda
2 Raja-raja 22:14
Kitab Taurat Ditemukan, Raja Bertobat
“Lalu, Imam Hilkia, Ahikam, Akhbor, Safan, dan Asaya pergi menemui Nabiah Hulda, istri Salum, anak Tikwa, anak Harhas, yang mengurus pakaian dan tinggal di perkampungan baru di Yerusalem. Lalu, mereka berbicara kepadanya.”2 Raja-raja 22:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka pergilah imam Hilkia, Ahikam, Akhbor, Safan dan Asaya kepada nabiah Hulda, isteri seorang yang mengurus pakaian-pakaian, yaitu Salum bin Tikwa bin Harhas; nabiah itu tinggal di Yerusalem, di perkampungan baru. Mereka memberitakan semuanya kepadanya.”2 Raja-raja 22:14 · TB
Terjemahan Baru
“Maka pergilah Hilkia, Ahikam, Akhbor, Safan dan Asaya meminta petunjuk kepada seorang wanita bernama Hulda. Ia seorang nabi yang tinggal di perkampungan baru di Yerusalem. Suaminya bernama Salum anak Tikwa, cucu Harhas; ia pengurus pakaian ibadat di Rumah TUHAN. Setelah Hulda mendengar keterangan mereka,”2 Raja-raja 22:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu mereka berlima pergi menemui seorang nabi perempuan bernama Hulda, istri Salum anak Tikwa, cucu Harhas. (Salum adalah pegawai yang bertugas dalam pemeliharaan jubah-jubah khusus untuk acara penting di rumah TUHAN.) Salum dan Hulda tinggal di bagian baru kota Yerusalem. Sesudah pertanyaan raja disampaikan,”2 Raja-raja 22:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“So Hilkiah the priest, and Ahikam, and Achbor, and Shaphan, and Asahiah, went unto Huldah the prophetess, the wife of Shallum the son of Tikvah, the son of Harhas, keeper of the wardrobe; (now she dwelt in Jerusalem in the college;) and they communed with her.”2 Raja-raja 22:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Raja-raja 22:14?
Para utusan raja pergi menemui nabiah Hulda untuk menanyakan firman Tuhan. Ini menunjukkan bahwa Tuhan memakai perempuan sebagai nabi dan bahwa mencari nasihat rohani dari orang yang tepat adalah langkah bijak dalam situasi genting.
Latar belakang
Para utusan menemui nabiah Hulda
Imam Hilkia dan para pejabat lainnya pergi menemui Hulda, seorang nabiah yang tinggal di Yerusalem. Mereka menjelaskan situasi dan meminta petunjuk TUHAN dari padanya. Hulda adalah istri Salum, penjaga pakaian, dan ia dihormati sebagai nabi perempuan di tengah-tengah bangsa.
Di mana
Perkampungan baru, Yerusalem
Rumah Hulda, tempat tinggal nabiah
Kapan
~622 SM
Raja-raja (Kerajaan Terbagi)
Yang berbicara
Penulis/Perawi
Narator kitab yang mahir sejarah
Kepada
Pembaca kitab
Orang Israel yang mempelajari sejarah bangsa
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נְבִיאָה
nevi'ah · Nabiah
Perempuan yang menyampaikan pesan Allah
שָׁלִישׁ
shalish · mengurus pakaian
Seorang perwira tinggi atau penjaga pakaian
מִשְׁנֶה
mishneh · perkampungan baru
Bagian kota yang baru dibangun
Hulda gelar 'nevi'ah' (nabiah) menunjukkan bahwa Allah memakai perempuan sebagai juru bicara-Nya. Ia tinggal di 'mishneh' (perkampungan baru), yang bisa berarti tempat strategis untuk berinteraksi dengan orang banyak.
Tahukah kamu
Nabiah perempuan
Hulda adalah salah satu dari sedikit nabi perempuan dalam Alkitab, dan ia tinggal di perkampungan baru, yang mungkin merupakan daerah yang lebih baru di Yerusalem.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Raja-raja 22:14
Keluaran 15:20
Nabiah perempuan
“Maka Miryam, nabiah itu, saudara perempuan Harun, mengambil rebana...”
Hakim-hakim 4:4
Nabiah memimpin
“Pada waktu itu Debora, seorang nabiah, isteri Lapidot, memerintah sebagai hakim atas orang Israel.”
2 Raja-raja 22:13
Konteks sebelumnya
“Pergi dan mintalah petunjuk dari TUHAN untukku...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Raja-raja 22:14
✕ Sering dikira
Hulda adalah satu-satunya nabi pada zaman itu.
✓ Yang sebenarnya
Zaman itu juga ada nabi lain, seperti Yeremia dan Zefanya, tetapi Yosia memilih untuk bertanya kepada Hulda.
✕ Sering dikira
Perkampungan baru berarti tempat yang belum dihuni.
✓ Yang sebenarnya
Itu adalah bagian kota Yerusalem yang lebih baru, sudah dihuni.
Renungan
Renungan Singkat 2 Raja-raja 22:14
Carilah nasihat dari orang-orang yang berjalan dekat dengan Tuhan ketika menghadapi keputusan besar atau krisis rohani. Jangan ragu menerima teguran atau petunjuk dari sumber yang benar, bahkan jika itu di luar kelompok kita.
Bapa, berikanlah aku kebijaksanaan untuk mencari pembimbing rohani yang setia dan berani mendengar kebenaran dari mereka. Amin.