Membentangkan Surat di Hadapan TUHAN

2 Raja-raja 19:14

Doa Hizkia di Tengah Ancaman

PerikopHizkia Berdoa kepada TUHAN · 2 Raja-raja 19:14-19 →
“Kemudian, Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan, membacanya, dan pergi ke Bait TUHAN. Lalu, Hizkia membentangkan surat itu di hadapan TUHAN.”

2 Raja-raja 19:14 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Raja-raja 19:14?

Setelah menerima surat ancaman dari Sanherib, Hizkia pergi ke Bait Allah dan membentangkan surat itu di hadapan TUHAN. Tindakan ini menunjukkan bahwa ia menyerahkan masalahnya sepenuhnya kepada Tuhan, mengakui bahwa Tuhan adalah pihak yang berwenang atas segala sesuatu.

Latar belakang

Menyerahkan Masalah kepada Tuhan

Hizkia menerima surat dari utusan, membacanya, lalu pergi ke Bait Suci. Dia membentangkan surat itu di hadapan TUHAN, sebagai simbol menyerahkan masalah sepenuhnya kepada Allah.

Di mana

Bait Suci Yerusalem

Di hadapan tabut, tempat kudus

Kapan

~701 SM

Kerajaan Terbagi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ancaman Sanherib
Doa Hizkia
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis/Sejarawan

Kronikus kerajaan Yehuda, mencatat peristiwa

P

Kepada

Pembaca Kitab Raja-raja

Umat Israel yang belajar dari sejarah

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

לָקַח

laqakh · menerima

mengambil atau menerima dengan tangan

קָרָא

qara · membacanya

membaca dengan suara keras, memahami isi

פָּרַשׂ

paras · membentangkan

menghamparkan, membuka lebar-lebar

Urutan tindakan Hizkia—menerima, membaca, lalu membentangkan—menunjukkan proses iman: mengakui masalah, merenungkannya, dan menyerahkannya kepada Tuhan.

Tahukah kamu

Tindakan Simbolis

Membentangkan surat di hadapan Allah adalah tindakan nyata yang dilakukan raja-raja Timur Dekat kuno untuk memohon campur tangan ilahi.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Raja-raja 19:14

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Raja-raja 19:14

✕  Sering dikira

Mengira Hizkia membentangkan surat agar Tuhan bisa membacanya secara harfiah.

✓  Yang sebenarnya

Itu tindakan simbolis untuk menyerahkan masalah, bukan karena Tuhan tidak tahu isinya.

✕  Sering dikira

Mengira Hizkia melakukannya karena putus asa.

✓  Yang sebenarnya

Itu adalah ekspresi iman yang aktif, bukan keputusasaan.

Renungan

Renungan Singkat 2 Raja-raja 19:14

Dalam menghadapi masalah, biasakan membawanya kepada Tuhan dalam doa, seperti Hizkia yang menyerahkan surat ancaman itu kepada Tuhan. Tuhan peduli pada detail hidup kita.

Ya Tuhan, ajar aku untuk membawa semua kekhawatiranku kepada-Mu, percaya bahwa Engkau sanggup menanganinya. Amin.