Tengkuk yang menegar dan hati yang tidak percaya

2 Raja-raja 17:14

Murka Tuhan dan Jatuhnya Samaria

PerikopHosea Memulai Pemerintahannya atas Israel · 2 Raja-raja 17:1-18 →
“Namun, mereka tidak mendengarkan dan menegarkan tengkuknya seperti nenek moyang mereka yang tidak percaya kepada TUHAN, Allah mereka.”

2 Raja-raja 17:14 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Raja-raja 17:14?

Bangsa Israel menolak mendengar peringatan Tuhan dan mengeraskan hati seperti nenek moyang mereka yang tidak percaya. Mereka memilih untuk tidak percaya dan tidak taat.

Latar belakang

Hati yang menegar

Meskipun Tuhan sudah memperingatkan, bangsa Israel memilih untuk tidak mendengarkan. Mereka mengeraskan hati seperti nenek moyang mereka yang tidak percaya kepada Tuhan.

Di mana

Samaria

Refleksi atas sikap bangsa Israel

Kapan

~722 SM

Masa Kerajaan Terbagi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Israel diingatkan nabi
Israel dibuang ke Asyur
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 2 Raja-raja

Penulis sejarah Israel, ~600 SM

P

Kepada

Pembaca Israel dan Yehuda

Umat yang sedang menghadapi pembuangan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׁמַע

shama · mendengarkan

mendengar dengan perhatian dan ketaatan

קָשָׁה

qashah · menegarkan

mengeraskan, membuat menjadi keras

עֹרֶף

oref · tengkuk

bagian belakang leher, simbol ketegaran

Ketiga kata ini menggambarkan sikap yang disengaja: memilih untuk tidak mendengar dan mengeraskan diri, bukan karena ketidaktahuan.

Tahukah kamu

Tengkuk yang kaku

Ungkapan 'menegarkan tengkuk' adalah metafora dari lembu yang menolak dipasangi kuk, menggambarkan keengganan untuk tunduk pada otoritas.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Raja-raja 17:14

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Raja-raja 17:14

✕  Sering dikira

Mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena sudah ditentukan

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini menunjukkan pilihan mereka sendiri untuk tidak mendengarkan, bukan paksaan dari Tuhan.

✕  Sering dikira

Kekerasan hati hanya soal emosi

✓  Yang sebenarnya

Kekerasan hati adalah keputusan moral untuk menolak kebenaran, bukan sekadar perasaan.

Renungan

Renungan Singkat 2 Raja-raja 17:14

Kita bisa saja mengeraskan hati terhadap suara Tuhan karena kebiasaan atau kesombongan. Jangan biarkan kekerasan hati menjauhkan kita dari kasih dan pengampunan-Nya.

Ya Allah, lembutkan hatiku agar selalu peka dan taat pada suara-Mu, Amin.