Prinsip ladang berlaku di kemurahan juga
2 Korintus 9:6
Memberi dengan Hati yang Bebas
“Aku mengatakan hal ini: siapa yang menabur sedikit akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak akan menuai banyak juga.”2 Korintus 9:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.”2 Korintus 9:6 · TB
Terjemahan Baru
“Ingatlah! Orang yang menabur benih sedikit-sedikit akan memungut hasil yang sedikit juga. Tetapi orang yang menabur benih banyak-banyak akan memungut hasil yang banyak juga.”2 Korintus 9:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Perhatikanlah ini: Orang yang menanam sedikit akan menuai sedikit, dan orang yang menanam banyak akan menuai banyak!”2 Korintus 9:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But this I say, He which soweth sparingly shall reap also sparingly; and he which soweth bountifully shall reap also bountifully.”2 Korintus 9:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Korintus 9:6?
Paulus mengutip prinsip pertanian: siapa yang menabur sedikit akan menuai sedikit, dan yang menabur banyak akan menuai banyak. Ini adalah prinsip timbal balik, bahwa kerelaan memberi akan menghasilkan berkat yang berlimpah.
Latar belakang
Prinsip universal ladang yang Paulus pinjam
Ini bukan ajaran baru — prinsip menabur-menuai sudah ada dalam kebijaksanaan umum seluruh dunia kuno. Paulus tidak menciptakan prinsip ini; dia menggunakannya untuk konteks kemurahan hati. Yang menarik: 'sedikit' dan 'banyak' bukan tentang jumlah absolutnya, tapi tentang proporsi — apakah kamu memberi sesuai kemampuanmu atau lebih.
Di mana
Korintus
Paulus memakai analogi pertanian yang familiar untuk menjelaskan prinsip kemurahan
Kapan
~56 M
Perjalanan misi ketiga Paulus
Yang berbicara
Paulus
Rasul yang mendirikan jemaat Korintus, menulis dari Makedonia
Kepada
Jemaat di Korintus
Orang percaya di kota pelabuhan terbesar Yunani
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
σπείρω
speiro · to sow/plant
Menabur benih — dipakai secara harfiah dan metaforis oleh Paulus
θερίζω
therizo · to reap/harvest
Menuai hasil — selalu berkaitan dengan akibat dari tindakan sebelumnya
φειδομένως
pheidomenos · sparingly/stingily
Dengan hemat, dengan menahan diri — berakar dari kata 'pheidomai' (menahan diri)
Speiro dan therizo menciptakan hubungan sebab-akibat yang tak terelakkan — apa yang ditanam, itu yang dipanen. Pheidomenos (hemat) dipakai untuk cara menabur, menjadi cermin: kalau pelit menabur, panen pun akan pelit.
Tahukah kamu
Peribahasa pertanian yang dipakai lintas budaya dan agama
Versi dari prinsip ini ada di tulisan Cicero, Seneca, dan bahkan konsep Konfusius. Paulus memilihnya karena semua orang — baik Yahudi maupun bukan — langsung mengerti. Korintus adalah kota perdagangan; warganya paham betul kalau modal kecil menghasilkan untung kecil.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Korintus 9:6
Galatia 6:7-8
Paulus memakai analogi yang sama di surat lain
“Apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya”
Amsal 11:24
Prinsip yang sama dalam hikmat Yahudi
“Ada yang murah hati namun bertambah kaya; ada yang hemat melebihi batas, tetapi hanya berkekurangan”
Lukas 6:38
Ajaran Yesus tentang prinsip memberi dan menerima
“Berilah dan kamu akan diberi — ditakar penuh, dipadatkan, diguncang”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Korintus 9:6
✕ Sering dikira
Ini janji bahwa orang yang memberi banyak uang pasti menjadi kaya secara finansial
✓ Yang sebenarnya
Paulus tidak berbicara tentang kekayaan materi — 'menuai banyak' di sini konteksnya adalah buah rohani dan kemurahan Allah
✕ Sering dikira
Ayat ini adalah dasar dari teologi kemakmuran
✓ Yang sebenarnya
Paulus menulis dalam konteks koleksi untuk orang miskin — tujuannya bukan memperkaya si pemberi tapi memenuhi kebutuhan orang lain
Renungan
Renungan Singkat 2 Korintus 9:6
Hidup ini seperti menabur; apa yang kita berikan akan kembali kepada kita. Jika kita bermurah hati, kita akan menerima berkat yang melimpah, baik secara materi maupun rohani.
Tuhan, jadikan aku penabur yang murah hati, agar aku juga menuai berkat-Mu yang berlimpah. Amin.