Janji Terbesar: Aku akan Menjadi Bapamu

2 Korintus 6:18

Jangan Pasangan yang Tidak Seimbang

“Dan, Aku akan menjadi Bapa bagimu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan,” demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.

2 Korintus 6:18 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Korintus 6:18?

Paulus menutup dengan janji Allah bahwa Ia akan menjadi Bapa bagi mereka, dan mereka akan menjadi anak-anak-Nya. Ini adalah status yang mulia dan hubungan yang intim dengan Allah yang Mahakuasa.

Latar belakang

Setelah 'keluarlah', ada 'Aku akan menjadi Bapamu'

Perintah untuk keluar dan berpisah (ayat 17) tidak berakhir pada tuntutan semata — selalu ada janji yang menantinya. Dan janji ini adalah yang paling manis: bukan sekadar 'Aku akan menerima kamu' (ayat 17), tapi 'Aku akan menjadi Bapa bagimu'. Ini melampaui hubungan hamba-tuan, bahkan melampaui hubungan umat-Allah. Ini hubungan keluarga yang paling intim: Bapa dan anak. Dan ini dijaminkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa.

Di mana

Makedonia (kemungkinan Filipi)

Paulus menutup argumentasi pasal 6 dengan janji yang paling personal dan mengharukan: hubungan Bapa-anak dengan Allah Yang Mahakuasa

Kapan

~55 M

Perjalanan Misi Ketiga Paulus

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Surat pertama ke Korintus
Paulus tiba di Makedonia
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Paulus

Rasul, mantan penganiaya, kini duta Kristus ke bangsa-bangsa

J

Kepada

Jemaat Korintus

Orang percaya di kota yang penuh kuil berhala dan budaya penyembahan politeistis

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

Πατέρα

Bapa · Father

Hubungan yang paling intim dalam keluarga. Allah bukan hanya Raja atau Hakim — Dia menyatakan diri sebagai Bapa kepada yang mau datang kepada-Nya.

υἱοὺς καὶ θυγατέρας

anak-anak laki-laki dan perempuan · sons and daughters

Persamaan yang menonjol: laki-laki dan perempuan disebutkan bersama sebagai anak-anak Allah. Ini inklusif — tidak ada diskriminasi gender dalam warisan rohani.

Παντοκράτωρ

Yang Mahakuasa · Almighty/All-powerful

Penguasa atas segalanya. Gelar yang dipakai 10 kali dalam Wahyu. Janji ini bukan dari penguasa kecil — dari Dia yang memegang segala kuasa.

Patera (Bapa) + Pantokratōr (Yang Mahakuasa) membentuk kombinasi yang luar biasa: Allah yang memiliki semua kekuasaan memilih untuk menjadi Bapa yang personal bagi kita. Dan janji itu tidak hanya untuk 'anak laki-laki' (hyious) — tapi juga 'anak perempuan' (thygaterias). Keluarga Allah adalah inklusif dan dijaminkan oleh Dia yang paling berkuasa.

Tahukah kamu

Pantokratōr: gelar yang digunakan untuk kaisar Romawi, kini diberikan kepada Allah

Kata Παντοκράτωρ (Pantokratōr — 'Yang Mahakuasa') adalah gelar yang sangat kuat. Dalam dunia Romawi, kata setaranya dipakai untuk Kaisar yang berkuasa atas seluruh kekaisaran. Paulus menutup argumentasinya dengan mengingatkan: bukan kaisar atau dewa Korintus yang membuat janji ini — tapi Pantokratōr, Dia yang menguasai segalanya. Tidak ada kekuatan di dunia yang bisa membatalkan janji-Nya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Korintus 6:18

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Korintus 6:18

✕  Sering dikira

'Aku akan menjadi Bapa bagimu berarti orang harus terlebih dahulu menyelesaikan semua syarat keluarnya dari yang najis sebelum Allah mau menjadi Bapa mereka.'

✓  Yang sebenarnya

Urutan dalam teks adalah urutan logis, bukan kondisi kronologis yang ketat. Allah sudah terlebih dahulu mengasihi kita — seruan untuk berpisah dari yang najis adalah respons, bukan tiket masuk.

✕  Sering dikira

'Anak-anak-Ku laki-laki dan perempuan berarti ada perbedaan status antara anak laki-laki dan perempuan di hadapan Allah.'

✓  Yang sebenarnya

Justru sebaliknya — menyebut keduanya secara eksplisit adalah cara Paulus menegaskan kesetaraan. Di dunia yang sering lebih menghargai anak laki-laki, janji ini secara sengaja inklusif terhadap perempuan.

Renungan

Renungan Singkat 2 Korintus 6:18

Kita adalah anak-anak Allah! Karena itu, hidup kita seharusnya mencerminkan identitas kita. Kita tidak perlu hidup dalam ketakutan, karena Bapa kita adalah Yang Mahakuasa.

Bapa, terima kasih karena Engkau memanggilku anak-Mu. Tolong aku hidup sesuai dengan status mulia ini, dengan penuh keyakinan dan ketaatan. Amin.