Keturunan Elpaal

1 Tawarikh 8:17

Silsilah Suku Benyamin

Zebaja, Mesulam, Hizki, Heber,

1 Tawarikh 8:17 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Tawarikh 8:17?

Ayat ini kembali menyebutkan Zebaja, Mesulam, Hizki, Heber sebagai anak-anak Elpaal, melanjutkan silsilah suku Benyamin. Catatan ini menunjukkan kesinambungan generasi dan pentingnya garis keturunan.

Latar belakang

Anak-anak Elpaal

Ayat ini menyebutkan anak-anak Elpaal: Zebaja, Mesulam, Hizki, dan Heber. Mereka adalah bagian dari silsilah suku Benyamin yang tinggal di Yerusalem setelah kembali dari pembuangan.

Di mana

Yerusalem

Kitab 1 Tawarikh, ditulis untuk umat di Yerusalem

Kapan

~450 SM

Pembuangan dan Pemulihan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kepulangan dari Babel
Pembaruan perjanjian
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 1 Tawarikh

sejarawan imam, ~450 SM

O

Kepada

Orang Israel pasca-pembuangan

umat yang pulih

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

זְבַדְיָה

Zebadyah · Zebaja

Yahweh telah memberi

מְשֻׁלָּם

Meshullam · Mesulam

sahabat karib atau yang berdamai

חִזְקִי

Hizki · Hizki

kekuatanku (dari akar 'kuat')

Nama-nama ini mencerminkan keyakinan orang tua bahwa Tuhan adalah pemberi, pemulih, dan kekuatan. Dalam silsilah, nama bukan sekadar label, melainkan doa dan pengakuan iman.

Tahukah kamu

Nama yang Mengandung 'El'

Nama Zebaja dan Elpaal mengandung unsur 'El', yang merujuk pada Allah. Ini menunjukkan iman orang tua mereka pada Tuhan di tengah budaya penyembahan berhala.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Tawarikh 8:17

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Tawarikh 8:17

✕  Sering dikira

Membaca nama-nama ini sebagai tokoh yang memiliki cerita atau jabatan penting.

✓  Yang sebenarnya

Mereka hanya disebut sebagai keturunan, tanpa peran khusus dicatat.

✕  Sering dikira

Menganggap Elpaal adalah tokoh yang sama dengan Elpaal di ayat lain.

✓  Yang sebenarnya

Ada beberapa orang bernama Elpaal; di sini spesifik untuk konteks ini.

Renungan

Renungan Singkat 1 Tawarikh 8:17

Kita dipanggil untuk menjadi bagian dari generasi yang meneruskan iman. Seperti nama-nama ini tercatat, hidup kita juga adalah 'catatan' yang dilihat orang lain. Marilah kita hidup dengan cara yang meninggalkan jejak kebaikan dan iman.

Tuhan, jadikan hidup saya sebagai berkat bagi orang lain, sehingga generasi mendatang dapat melihat jejak iman yang saya tinggalkan. Amin.