Para Imam dari Keturunan Yedaya

Ezra 2:36

Daftar Para Pemulang ke Yerusalem

Para imam: keturunan Yedaya, dari keluarga Yesua, 973 orang;

Ezra 2:36 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ezra 2:36?

Ayat ini memulai bagian tentang para imam yang kembali. Ini mencatat jumlah keturunan Yedaya, dari keluarga Yesua, yaitu 973 orang, yang kembali dari pembuangan.

Latar belakang

Keluarga Imam Yedaya

Ayat ini memulai daftar para imam yang kembali. Keturunan Yedaya dari keluarga Yesua berjumlah 973 orang. Yedaya adalah salah satu dari 24 rombongan imam yang ditetapkan Daud (1 Tawarikh 24:7), menunjukkan kesinambungan ibadah.

Di mana

Yerusalem

Dalam dokumen resmi atau catatan imam

Kapan

~538 SM

Pemulihan pasca-pembuangan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
pembuangan Babel berakhir
pembangunan Bait Allah dimulai
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Ezra

Ahli Taurat dan imam, pemimpin pemulihan

P

Kepada

Pembaca Kitab Ezra

Umat Israel yang ingin tahu sejarah nenek moyang

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

כֹּהֲנִים

kohanim · imam

imam-imam, keturunan Harun

יְדַעְיָה

Yeda'yah · Yedaya

Yahweh mengetahui

בֵּית

beit · keluarga

rumah, keluarga

Kata 'kohanim' menegaskan peran khusus mereka, sementara nama 'Yedaya' berarti 'Tuhan mengetahui' — mengingatkan bahwa Tuhan memperhatikan setiap orang. 'Beit' (rumah) menunjukkan identitas keluarga yang kuat.

Tahukah kamu

Rombongan Imam ke-2

Yedaya adalah rombongan imam kedua dari 24 rombongan dalam 1 Tawarikh 24:7. Ini menunjukkan sistem ibadah yang teratur dipertahankan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ezra 2:36

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ezra 2:36

✕  Sering dikira

Mengira semua imam punya nama Yedaya

✓  Yang sebenarnya

Yedaya adalah nama keluarga/rombongan, bukan nama pribadi.

✕  Sering dikira

Menganggap jumlah 973 hanya laki-laki dewasa

✓  Yang sebenarnya

Umumnya sensus hanya laki-laki dewasa, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.

Renungan

Renungan Singkat Ezra 2:36

Setiap orang memiliki panggilan khusus. Seperti para imam yang dipanggil untuk melayani, kita juga dipanggil untuk melayani sesuai dengan karunia kita. Jangan abaikan panggilan itu.

Tuhan, mampukan saya untuk menghidupi panggilan saya sebagai pelayan-Mu, baik di rumah, gereja, maupun masyarakat. Amin.