Silsilah imam sampai Zadok

1 Tawarikh 6:52

Keturunan Lewi dan Tugas Mereka

anak Zerahya adalah Merayot, anak Merayot adalah Amarya, anak Amarya adalah Ahitub,

1 Tawarikh 6:52 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Tawarikh 6:52?

Ayat ini melanjutkan silsilah imam besar: dari Merayot ke Amarya, Ahitub, Zadok, dan Ahimaas. Ini adalah bagian dari daftar yang menggarisbawahi legitimasi imam besar. Menariknya, disebut 'Amarya' dan 'Ahitub' yang sama, tetapi ini menegaskan bahwa nama itu umum dan tidak harus kontradiksi.

Latar belakang

Garis imam dari Zadok

Ayat ini melanjutkan silsilah imam dari Harun melalui Eleazar dan Pinehas, sampai ke Ahitub dan Zadok. Zadok adalah imam penting pada zaman Daud dan Salomo, dan keturunannya memegang peranan kunci dalam imamat.

Di mana

Yerusalem

Saat menyusun sejarah imamat

Kapan

~450 SM

Pasca-pembuangan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembuangan ke Babel
Pemulihan Bait Suci
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Tawarikh

Sejarawan dan imam pasca-pembuangan, ~450 SM

U

Kepada

Umat Israel kembali

Komunitas pasca-pembuangan yang memulihkan ibadah

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

צָדוֹק

Tsadoq · Zadok

Benar, adil

אֲחִיטוּב

Achituv · Ahitub

Saudara yang baik

אֲחִימַעַץ

Achima'ats · Ahimaas

Saudara yang kuat

Nama-nama dalam silsilah ini menegaskan karakter imam yang benar, baik, dan kuat—kualitas yang diharapkan dari para pelayan Allah.

Tahukah kamu

Zadok dan Daud

Zadok adalah salah satu imam yang tetap setia kepada Daud saat pemberontakan Absalom, dan kemudian mengurapi Salomo sebagai raja.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Tawarikh 6:52

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Tawarikh 6:52

✕  Sering dikira

Mengira silsilah ini hanya daftar nama tanpa makna

✓  Yang sebenarnya

Nama-nama ini menegaskan legitimasi imam setelah pembuangan

✕  Sering dikira

Mengira Ahimaas adalah anak Zadok yang sama dengan Ahimaas anak Zadok di 2 Samuel

✓  Yang sebenarnya

Ini Ahimaas dalam silsilah, bukan tokoh yang sama

Renungan

Renungan Singkat 1 Tawarikh 6:52

Tuhan memakai orang-orang biasa dengan nama biasa untuk melakukan pekerjaan luar biasa. Kamu tidak perlu menjadi terkenal atau memiliki nama besar untuk dipakai Allah. Setia dalam peranmu sehari-hari—sebagai orang tua, pekerja, atau teman—adalah panggilan yang mulia. Percayalah bahwa Tuhan melihat dan menghargai kesetiaanmu.

Tuhan, aku bersyukur bahwa Engkau memakai orang-orang biasa. Jadikan hatiku rela dan setia dalam setiap tanggung jawab yang Kau berikan, supaya namaku tertulis dalam rencana-Mu. Amin.