Kemenangan atas orang Hagri

1 Tawarikh 5:22

Keturunan Ruben, Gad, dan Manasye

Begitu banyak orang yang mati terbunuh, sebab pertempuran itu terjadi atas kehendak Allah. Kemudian, mereka menetap di tempat itu sampai masa pengasingan.

1 Tawarikh 5:22 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Tawarikh 5:22?

Banyak musuh mati karena peperangan itu adalah kehendak Allah. Setelah kemenangan, mereka menetap di wilayah itu hingga masa pembuangan. Ini menegaskan bahwa Allah terlibat langsung dalam sejarah umat-Nya.

Latar belakang

Pertempuran dari Allah

Ayat ini menjelaskan bahwa banyaknya korban dalam pertempuran melawan orang Hagri bukanlah kebetulan, melainkan kehendak Allah. Setelah kemenangan itu, mereka menetap di sana hingga masa pengasingan.

Di mana

Wilayah Gilead

Sungai Efrat hingga padang gurun

Kapan

~850 SM

Zaman Hakim-hakim / Saul

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Perang melawan orang Hagri
Pembuangan Asyur
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Tawarikh

Imam/levi pasca-pembuangan, ~400 SM

U

Kepada

Umat Israel kembali

Komunitas Yehuda pasca-pembuangan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חָלָל

khalal · terbunuh

tertusuk, terbunuh, mati dalam pertempuran

רָצוֹן

ratzon · kehendak

kehendak, kemauan, persetujuan Allah

גָּלוּת

galut · pengasingan

pembuangan, pengusiran dari tanah air

Ketiga kata ini menunjukkan bahwa kemenangan dan pembuangan adalah dua sisi dari kehendak Allah: Dia berdaulat atas sejarah dan umat-Nya.

Tahukah kamu

Peperangan sebagai tindakan ilahi

Dalam Alkitab, pertempuran sering dilihat sebagai 'perang suci' yang dipimpin Allah. Di sini, kematian musuh dianggap sebagai bagian dari rencana ilahi, bukan sekadar kekejaman manusia.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Tawarikh 5:22

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Tawarikh 5:22

✕  Sering dikira

Menganggap Allah menyetujui segala peperangan dan pembunuhan.

✓  Yang sebenarnya

Kitab Tawarikh menekankan bahwa Allah berdaulat, tetapi bukan berarti setiap perang disetujui-Nya.

✕  Sering dikira

Berpikir 'masa pengasingan' di sini adalah pembuangan Babel (586 SM).

✓  Yang sebenarnya

Konteksnya adalah pembuangan Asyur oleh Tiglat-Pileser (732 SM), jauh sebelum Babel.

Renungan

Renungan Singkat 1 Tawarikh 5:22

Terkadang kita tidak mengerti mengapa Tuhan mengijinkan peperangan atau kesulitan, tetapi kita percaya bahwa rencana-Nya selalu baik. Kematangan rohani terlihat saat kita tunduk pada kehendak Allah meski tidak memahaminya.

Bapa, aku percaya bahwa semua yang Engkau ijinkan terjadi memiliki tujuan. Berikan aku hati yang taat dan damai dalam setiap keadaan. Amin.