Keturunan Yada: Yeter, Yonatan, Pelet, Zaza

1 Tawarikh 2:32

Silsilah Yehuda: dari Israel hingga Daud

Anak-anak Yada, saudara Samai adalah Yeter dan Yonatan. Yeter mati tanpa anak.

1 Tawarikh 2:32 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Tawarikh 2:32?

Ayat ini mencatat bahwa Yeter, anak Yada, mati tanpa anak. Ini mengingatkan bahwa tidak semua orang memiliki keturunan, dan ini adalah bagian dari realitas hidup yang dicatat Alkitab tanpa penghakiman.

Latar belakang

Anak-anak Yada, saudara Samai

Ayat ini mencatat anak-anak Yada: Yeter dan Yonatan. Yeter mati tanpa anak, tetapi Yonatan memiliki dua putra, Pelet dan Zaza. Ini adalah bagian dari daftar keturunan Yerahmeel yang teliti.

Di mana

Yerusalem

Dalam konteks penulisan kitab, kemungkinan di lingkungan bait suci

Kapan

~450 SM

Pasca-pembuangan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kembali dari Babel
Zaman Ezra-Nehemia
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 1 Tawarikh

Sejarawan imam, menulis untuk orang Israel pasca-pembuangan

O

Kepada

Orang Israel

Umat yang kembali dari pembuangan, butuh identitas

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

בְּנֵי

benei · Anak-anak

anak-anak laki-laki atau keturunan

יָדָע

Yada · Yada

nama yang berarti 'dia mengetahui'

יְהוֹנָתָן

Yehonatan · Yonatan

TUHAN telah memberi

Nama Yonatan mengingatkan pada pemberian TUHAN, sedangkan Yeter yang mati tanpa anak menunjukkan kedaulatan TUHAN dalam garis keturunan.

Tahukah kamu

Nama 'Yeter' berarti 'kelebihan' atau 'sisa'

Yeter adalah nama yang juga dipakai untuk ayah Amasa (1 Tawarikh 2:17), menunjukkan nama umum di Israel.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Tawarikh 2:32

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Tawarikh 2:32

✕  Sering dikira

Mengira Yeter dan Yonatan adalah anak-anak Yerahmeel, padahal mereka anak Yada.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini jelas menyebut Yada sebagai ayah mereka.

✕  Sering dikira

Mengabaikan silsilah ini karena tidak ada peristiwa besar.

✓  Yang sebenarnya

Silsilah ini menunjukkan ketelitian Allah dalam memelihara umat-Nya.

Renungan

Renungan Singkat 1 Tawarikh 2:32

Keberhasilan tidak selalu diukur dari memiliki anak atau warisan. Nilai hidup seseorang tidak ditentukan oleh keturunan, tetapi oleh kesetiaan kepada Tuhan.

Tuhan, ajarkan aku untuk mencari makna hidup dalam kehendak-Mu, bukan dalam hal-hal duniawi seperti keturunan. Amin.