Saul meminta pembawa senjatanya menikamnya
1 Tawarikh 10:4
Kematian Saul: Akhir Sebuah Pemerintahan
PerikopKematian Raja Saul · 1 Tawarikh 10:1-14 →“Saul berkata kepada pembawa senjatanya, “Hunuslah pedangmu dan tikamlah aku. Jangan sampai orang-orang yang tidak bersunat itu datang dan menyiksa aku.” Namun, pembawa senjatanya tidak mau karena dia sangat takut. Jadi, Saul mengambil pedangnya dan menjatuhkan diri ke atasnya.”1 Tawarikh 10:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu berkatalah Saul kepada pembawa senjatanya: "Hunuslah pedangmu dan tikamlah aku, supaya jangan datang orang-orang yang tidak bersunat ini memperlakukan aku sebagai permainan." Tetapi pembawa senjatanya tidak mau, karena ia sangat segan. Kemudian Saul mengambil pedang itu dan menjatuhkan dirinya ke atasnya.”1 Tawarikh 10:4 · TB
Terjemahan Baru
“Maka kata Saul kepada pemuda yang membawa senjatanya, "Cabutlah pedangmu dan tikamlah aku supaya jangan aku dipermainkan oleh orang Filistin yang tak mengenal TUHAN itu." Tetapi pemuda itu tidak mau menikam Saul karena ia sangat takut. Sebab itu Saul mengambil pedangnya sendiri dan merebahkan dirinya ke atas pedang itu.”1 Tawarikh 10:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Then said Saul to his armourbearer, Draw thy sword, and thrust me through therewith; lest these uncircumcised come and abuse me. But his armourbearer would not; for he was sore afraid. So Saul took a sword, and fell upon it.”1 Tawarikh 10:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Tawarikh 10:4?
Saul meminta pembawa senjatanya untuk membunuhnya agar tidak disiksa oleh orang Filistin, tetapi pembawa senjata itu menolak karena takut. Akhirnya Saul bunuh diri dengan menjatuhkan diri ke pedangnya. Ini menunjukkan keputusasaan dan akhir hidup Saul yang tragis.
Latar belakang
Permintaan Saul yang Tragis
Saul terluka parah oleh pemanah dan takut disiksa oleh orang Filistin yang tidak bersunat. Dia meminta pembawa senjatanya untuk menikamnya, tetapi pengawal itu menolak karena takut. Saul akhirnya menjatuhkan dirinya ke pedangnya sendiri.
Di mana
Pegunungan Gilboa
Di medan perang, di tengah kekalahan
Kapan
~1010 SM
Masa Hakim-hakim dan Raja
Yang berbicara
Saul
Raja pertama Israel, gagah tapi tidak taat
Kepada
Pembawa senjatanya
Pengawal pribadi Saul yang setia
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שְׁלֹף
shelof · hunuslah
menarik pedang dari sarungnya
דָּקַר
daqar · tikamlah
menusuk dengan tombak atau pedang
נָפַל
naphal · menjatuhkan diri
jatuh, tergeletak, atau menyerahkan diri
Kata 'naphal' menggambarkan tindakan Saul yang jatuh ke pedangnya—bukan hanya jatuh secara fisik, tetapi juga secara rohani. Saul, yang dulu diurapi Tuhan, kini jatuh dalam keputusasaan dan ketidaktaatan yang membawanya pada kematian.
Tahukah kamu
Pembawa Senjata: Tugas yang Berbahaya
Tugas pembawa senjata bukan hanya membawa tombak dan perisai, tetapi juga harus melindungi raja dengan nyawanya. Menolak perintah raja adalah tindakan berani, tetapi takut membunuh raja yang diurapi adalah hal yang wajar.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Tawarikh 10:4
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Tawarikh 10:4
✕ Sering dikira
Saul bunuh diri karena pengecut, tanpa memikirkan akibatnya.
✓ Yang sebenarnya
Saul lebih takut pada penyiksaan musuh daripada pada Tuhan, dan bunuh diri adalah tragis karena menunjukkan kehilangan iman.
✕ Sering dikira
Pembawa senjata seharusnya menurut, jadi dia juga bersalah.
✓ Yang sebenarnya
Pembawa senjata menolak membunuh raja yang diurapi, menunjukkan rasa hormat yang membuat Saul mengambil tindakan sendiri.
Renungan
Renungan Singkat 1 Tawarikh 10:4
Tindakan Saul mengingatkan kita bahwa bunuh diri bukanlah jalan keluar. Dalam keputusasaan, kita harus mencari pertolongan Tuhan dan sesama, karena ada harapan di dalam Kristus.
Tuhan, jauhkan kami dari keputusasaan yang membawa pada kehancuran, dan kirimkan orang-orang yang dapat menolong kami di saat lemah. Amin.