Daftar awal umat manusia

1 Tawarikh 1:4

Silsilah dari Adam sampai Abraham

Nuh, Sem, Ham, dan Yafet.

1 Tawarikh 1:4 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Tawarikh 1:4?

Ayat ini menyebut Nuh dan ketiga anaknya: Sem, Ham, dan Yafet. Nuh adalah orang benar di tengah generasi yang jahat, dan ia menyelamatkan keluarganya dari air bah. Dari ketiga anaknya inilah semua bangsa di bumi berasal.

Latar belakang

Nuh dan anak-anaknya

Ayat ini menyebut Nuh dan ketiga anaknya: Sem, Ham, dan Yafet. Ini adalah jembatan dari garis keturunan Adam ke penyebaran bangsa-bangsa setelah air bah.

Di mana

Yerusalem

Di dalam bait suci, saat menyusun catatan sejarah

Kapan

sekitar 450 SM

Pasca-pembuangan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembuangan ke Babel
Pelayanan Ezra
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 1 Tawarikh

Sejarawan dan imam, menyusun silsilah untuk umat pasca-pembuangan.

U

Kepada

Umat Israel pasca-pembuangan

Orang-orang yang kembali dari Babel, mencari identitas dan akar.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

נֹחַ

Nōaḥ · Nuh

Istirahat atau penghiburan

שֵׁם

Shēm · Sem

Nama atau kemasyhuran

חָם

Ḥām · Ham

Panas atau hangat

Nama Sem berarti 'nama'—menunjukkan bahwa dari dialah nama besar Israel muncul. Nama Ham 'panas' mungkin menggambarkan wilayah selatan yang panas.

Tahukah kamu

Urutan anak Nuh

Di sini Sem disebut pertama, meskipun ia bukan anak sulung. Urutan ini mungkin untuk menekankan garis yang menuju Abraham dan Israel.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Tawarikh 1:4

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Tawarikh 1:4

✕  Sering dikira

Menganggap Sem adalah anak sulung Nuh.

✓  Yang sebenarnya

Daftar ini tidak selalu menunjukkan urutan kelahiran, hanya urutan penyebutan.

✕  Sering dikira

Berpikir Ham adalah nenek moyang semua orang Afrika.

✓  Yang sebenarnya

Alkitab tidak mendukung pengelompokan ras berdasarkan keturunan Ham; ini penyalahgunaan modern.

Renungan

Renungan Singkat 1 Tawarikh 1:4

Nuh taat kepada Allah bahkan ketika orang lain tidak mendengarkan. Kesetiaan Nuh menyelamatkan keluarganya, mengingatkan kita bahwa keputusan kita untuk mengikuti Tuhan bisa berdampak besar bagi orang-orang di sekitar kita.

Ya Allah, beri aku keberanian untuk taat kepada-Mu seperti Nuh, sehingga keluarganya dan aku bisa menjadi berkat bagi banyak orang. Amin.