Keturunan Rehuel, Putra Esau

1 Tawarikh 1:37

Silsilah dari Adam hingga Edom

Anak-anak Rehuel adalah Nahat, Zerah, Syama, dan Miza.

1 Tawarikh 1:37 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Tawarikh 1:37?

Ayat ini mendaftarkan anak-anak Rehuel, putra Esau: Nahat, Zerah, Syama, dan Miza. Ini menunjukkan bahwa keturunan Esau, yang menjadi bangsa Edom, dicatat dengan teliti, menegaskan bahwa Tuhan peduli pada setiap keluarga dan garis keturunan.

Latar belakang

Daftar Anak Rehuel

Ayat ini melanjutkan daftar keturunan Esau, yang dicatat dengan teliti. Rehuel adalah putra Esau dari Basmat, dan anak-anaknya menjadi kepala kaum di Edom.

Di mana

Yerusalem

Di ruang tulis, menyusun kitab

Kapan

~400 SM

Setelah pembuangan Babel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kembali dari pembuangan
Pembangunan kembali Bait Allah
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 1 Tawarikh

Sejarawan imam, ~400 SM, menulis untuk kaum Yehuda.

P

Kepada

Pembaca Israel

Orang Israel pasca-pembuangan, ingin memahami akar mereka.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

נַחַת

Nahat · Nahat

Ketenangan atau turunnya.

זֶרַח

Zerah · Zerah

Munculnya cahaya atau bintang.

שַׁמָּה

Shamma · Syama

Kekaguman atau kejutan.

Nama-nama ini mungkin menggambarkan sifat atau harapan, namun intinya menunjukkan bahwa setiap orang dicatat secara pribadi di hadapan Allah.

Tahukah kamu

Siapa Nama Lain Rehuel?

Dalam Kejadian 36, Rehuel disebut sebagai anak Esau dari Basmat. Di sini, ia menjadi tokoh penting dalam silsilah Edom.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Tawarikh 1:37

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Tawarikh 1:37

✕  Sering dikira

Menganggap daftar ini tidak penting karena hanya silsilah.

✓  Yang sebenarnya

Dalam Alkitab, silsilah menunjukkan kesetiaan Allah pada janji-Nya.

✕  Sering dikira

Mengira Rehuel adalah orang yang sama dengan Yitro, mertua Musa.

✓  Yang sebenarnya

Yitro juga disebut Rehuel di Keluaran 2, tetapi ini orang berbeda.

Renungan

Renungan Singkat 1 Tawarikh 1:37

Setiap nama dalam silsilah ini mengingatkan bahwa Tuhan mengenal kita secara pribadi, bukan sekadar anggota kelompok. Anda berharga di mata-Nya, apa pun latar belakang keluarga Anda.

Tuhan, terima kasih Engkau mengenal aku pribadi dan memedulikan detail hidupku. Amin.