Rencana untuk Pulang

1 Samuel 9:5

Saul Bertemu Samuel

Ketika mereka sampai ke tanah Zuf, Saul berkata kepada hambanya yang menyertainya, “Mari kita pulang. Jangan sampai ayahku tidak lagi mengkhawatirkan keledai-keledai itu, tetapi malah mencemaskan kita.”

1 Samuel 9:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Samuel 9:5?

Setelah tidak menemukan keledai, Saul ingin pulang karena khawatir ayahnya akan mengkhawatirkan mereka, bukan lagi keledai. Ini menunjukkan sikap Saul yang bertanggung jawab dan peduli pada orang tuanya.

Latar belakang

Khawatir Ayahnya

Saul merasa pencarian tidak membuahkan hasil dan khawatir ayahnya tidak lagi memikirkan keledai, tetapi mulai mencemaskan mereka. Dia memutuskan untuk pulang.

Di mana

Tanah Zuf

Di tengah perjalanan

Kapan

~1050 SM

Zaman Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pencarian keledai gagal
Nasihat hamba
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Saul

Pemuda tampan dari suku Benyamin, calon raja

H

Kepada

Hamba Saul

Pelayan yang setia dan bijak

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שׁוּב

shuv · pulang

kembali, berbalik

דָּאַג

daag · mencemaskan

khawatir, takut

חָדַל

chadal · mengkhawatirkan

berhenti, meninggalkan

Kata 'shuv' menunjukkan keputusan untuk berbalik, sementara 'daag' dan 'chadal' mengungkap kekhawatiran Saul tentang perasaan ayahnya, yang berubah dari satu kekhawatiran ke kekhawatiran lain.

Tahukah kamu

Emosi Saul

Saul menunjukkan sisi penuh perhatian, jarang terlihat selain di awal ceritanya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 9:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Samuel 9:5

✕  Sering dikira

Saul adalah orang yang tidak percaya diri dan mudah menyerah.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah kewajaran manusia; justru hamba yang memberi dorongan.

✕  Sering dikira

Dia tidak peduli pada keledai, hanya pada dirinya sendiri.

✓  Yang sebenarnya

Dia justru memikirkan ayahnya, bukan keledai.

Renungan

Renungan Singkat 1 Samuel 9:5

Kepedulian terhadap kekhawatiran orang tua atau orang terdekat adalah hal yang baik. Terkadang kita perlu berhenti dan memikirkan perasaan orang lain, bukan hanya mengejar tujuan kita.

Tuhan, beri aku kepekaan untuk memperhatikan kebutuhan orang-orang di sekitarku, seperti Saul memperhatikan ayahnya. Amin.