1 Samuel 22:7
“Saul berkata kepada para pegawainya yang berdiri di dekatnya, “Sekarang dengarlah, hai kamu orang-orang Benyamin! Akankah anak Isai itu memberikan ladang dan kebun anggur kepadamu? Akankah kalian semua akan diangkat menjadi kepala pasukan seribu dan kepala pasukan seratus,”1 Samuel 22:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu berkatalah Saul kepada para pegawainya yang berdiri di dekatnya: "Cobalah dengar, ya orang-orang Benyamin! Apakah anak Isai itu juga akan memberikan kepada kamu sekalian ladang dan kebun anggur, apakah ia akan mengangkat kamu sekalian menjadi kepala atas pasukan seribu dan atas pasukan seratus,”1 Samuel 22:7 · TB
Terjemahan Baru
“ia berkata kepada para perwiranya itu, "Dengarlah, hai orang-orang Benyamin! Apakah si Daud itu akan memberikan kepadamu ladang dan kebun anggur? Apakah kamu semua akan diangkat menjadi perwira dalam tentaranya?”1 Samuel 22:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Saul berkata kepada para pegawainya, “Dengarkanlah, hai orang-orang Benyamin! Apakah anak Isai itu berjanji untuk memberikan ladang dan kebun anggur kepada setiap kalian? Apakah dia berjanji mengangkat setiap kalian menjadi komandan atas pasukan seribu atau seratus tentara?”1 Samuel 22:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then Saul said unto his servants that stood about him, Hear now, ye Benjamites; will the son of Jesse give every one of you fields and vineyards, and make you all captains of thousands, and captains of hundreds;”1 Samuel 22:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Samuel 22:7?
Saul mengeluh kepada para pegawainya yang berasal dari suku Benyamin. Ia mempertanyakan apakah Daud (anak Isai) akan memberi mereka ladang dan kebun anggur, atau mengangkat mereka menjadi pemimpin. Saul merasa mereka bersekongkol melawannya karena tidak memberitahukan bahwa Yonatan bersekutu dengan Daud.
Renungan
Renungan Singkat 1 Samuel 22:7
Saat kita merasa terancam, kita bisa salah menuduh orang lain. Saul melihat semua orang sebagai musuh karena ketakutannya. Mari belajar untuk memeriksa hati kita dan tidak mudah menuduh tanpa bukti yang jelas.
Tuhan, jauhkan aku dari pola pikir curiga yang berlebihan, dan berikan aku kebijaksanaan untuk melihat orang lain dengan kasih, amin.