Akar Keluarga Saul
1 Samuel 14:51
Kemenangan dan Kesalahan Saul
PerikopSaul Memerangi Musuh Israel · 1 Samuel 14:47-52 →“Kish, ayah Saul, dan Ner, ayah Abner, adalah anak-anak Abiel.”1 Samuel 14:51 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kish ayah Saul, dan Ner ayah Abner, adalah anak-anak Abiel.”1 Samuel 14:51 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kis adalah bapak Saul, dan Ner adalah bapak Abner. Kis dan Ner adalah anak-anak laki-laki Abiel.”1 Samuel 14:51 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Kish was the father of Saul; and Ner the father of Abner was the son of Abiel.”1 Samuel 14:51 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Samuel 14:51?
Ayat ini menjelaskan silsilah keluarga Saul: Kish adalah ayah Saul, dan Ner adalah ayah Abner, dan keduanya adalah anak-anak Abiel. Ini berarti Saul dan Abner adalah sepupu, memperjelas hubungan keluarga yang sudah disebut di ayat sebelumnya.
Latar belakang
Silsilah Singkat
Ayat ini menjelaskan bahwa Kish dan Ner adalah anak Abiel, menjadikan Saul dan Abner bersaudara sepupu. Ini memperkuat ikatan keluarga.
Di mana
Gibea
Dalam narasi sejarah
Kapan
~1010 SM
Kerajaan Bersatu
Yang berbicara
Penulis 1 Samuel
Sejarawan Israel, mencatat karya Allah
Kepada
Pembaca Israel
Umat yang perlu tahu sejarah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אָב
av · ayah
bapak, leluhur
קִישׁ
Qish · Kish
busur
בֵּן
ben · anak
keturunan laki-laki
Kata 'av' dan 'ben' menegaskan garis keturunan, menunjukkan pentingnya silsilah dalam identitas Israel.
Tahukah kamu
Kish yang Hilang
Kish adalah ayah Saul, dan dalam 1 Samuel 9 diceritakan dia kehilangan keledai yang memicu pencarian Saul.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 14:51
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Samuel 14:51
✕ Sering dikira
Mengira Kish dan Ner adalah saudara kandung
✓ Yang sebenarnya
Mereka berdua anak Abiel, jadi bersaudara
✕ Sering dikira
Mengira silsilah ini lengkap untuk semua generasi
✓ Yang sebenarnya
Ini hanya segmen singkat
Renungan
Renungan Singkat 1 Samuel 14:51
Silsilah mengingatkan kita bahwa kita adalah bagian dari cerita yang lebih besar. Tuhan bekerja melalui generasi demi generasi. Mari kita hargai warisan iman dari orang tua dan nenek moyang kita, dan teruskan kepada anak cucu.
Tuhan, terima kasih untuk orang-orang yang telah mendahului kami dalam iman. Tolong kami untuk melanjutkan warisan iman ini, Amin.