Balai Bertiang yang megah

1 Raja-raja 7:6

Pembangunan Istana dan Bait Allah

Dia juga membuat Balai Bertiang, panjangnya 50 hasta dan lebarnya 30 hasta. Di bagian depannya ada serambi, dan tiang-tiang serta atap di depannya.

1 Raja-raja 7:6 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Raja-raja 7:6?

Salomo membangun Balai Bertiang dengan ukuran 50 hasta panjang dan 30 hasta lebar, dengan serambi di depannya. Balai ini mungkin digunakan untuk upacara atau pertemuan publik, menunjukkan kemegahan dan fungsi istana sebagai pusat pemerintahan.

Latar belakang

Balai Bertiang di istana

Salomo membangun Balai Bertiang, panjang 50 hasta dan lebar 30 hasta, dengan serambi di depannya dan tiang-tiang serta atap. Ini kemungkinan adalah ruang publik untuk menerima tamu atau menjalankan urusan kerajaan.

Di mana

Yerusalem

Kompleks istana Salomo

Kapan

~950 SM

Kerajaan Israel Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Penyelesaian bait Allah
Pembangunan istana selesai
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 1 Raja-raja

Sejarawan Yahudi, ~600 SM

P

Kepada

Pembaca Alkitab

Semua orang yang mencari kebenaran

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אולם

ulam · balai

serambi atau ruang besar

עמוד

ammud · bertiang

pilar penyangga

פרוכת

parokhet · serambi

tirai atu ruang depan

Kata 'ulam' juga dipakai untuk ruang depan bait Allah, sehingga balai ini mungkin mencerminkan kekudusan dalam konteks istana.

Tahukah kamu

Aula besar

Ukuran balai ini sekitar 25 meter x 15 meter, cukup luas untuk pertemuan publik atau pesta kerajaan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Raja-raja 7:6

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Raja-raja 7:6

✕  Sering dikira

Balai ini sama seperti bait Allah.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah bangunan istana, bukan bait, jadi tidak kudus.

✕  Sering dikira

Tiang-tiang hanya untuk hiasan.

✓  Yang sebenarnya

Tiang-tiang menopang atap dan sangat penting secara struktur.

Renungan

Renungan Singkat 1 Raja-raja 7:6

Gunakan waktu dan kesempatan yang Tuhan berikan untuk mengadakan pertemuan-pertemuan yang membangun, baik di rumah, gereja, maupun masyarakat. Jadilah pribadi yang memfasilitasi persekutuan yang sehat.

Tuhan, berikan aku hikmat untuk menggunakan setiap kesempatan berkumpul sebagai sarana untuk saling menguatkan dan memuliakan-Mu. Amin.