Mencari Nabi yang Sebenarnya

1 Raja-raja 22:7

Nabi Palsu dan Nabi Sejati

PerikopNabi Mikha Memperingatkan Ahab · 1 Raja-raja 22:1-28 →
“Namun, Yosafat bertanya, “Apakah tidak ada lagi di sini nabi TUHAN yang dapat kita minta petunjuknya?””

1 Raja-raja 22:7 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Raja-raja 22:7?

Yosafat tidak puas dengan jawaban 400 nabi dan meminta nabi TUHAN yang sebenarnya. Ini menunjukkan keinginannya untuk mendengar firman Tuhan yang otentik, bukan sekadar kata-kata yang menyenangkan.

Latar belakang

Sikap Ragu

Setelah 400 nabi berkata 'maju', Yosafat merasa tidak yakin. Dia bertanya apakah ada nabi TUHAN yang bisa dimintai petunjuk, bukan nabi-nabi yang dipilih Ahab.

Di mana

Samaria

Di depan istana, di tempat pengirikan

Kapan

sekitar 853 SM

Periode Raja-Raja

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ahab mengumpulkan nabi-nabi
Mikha dipanggil
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yosafat

Raja Yehuda, ingin petunjuk Allah

A

Kepada

Ahab

Raja Israel yang memerintah di Samaria

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

נָבִיא

navi · nabi

juru bicara Allah

דָּרַשׁ

darash · petunjuk

mencari dengan tekun

יְהוָה

YHWH · TUHAN

Allah Israel, nama pribadi-Nya

Kata 'nabi' dan 'petunjuk' mengingatkan bahwa mencari kehendak Allah harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, bukan sekadar formalitas.

Tahukah kamu

Nabi yang Dibenci

Mikha, yang disebut di ayat berikutnya, adalah nabi yang sering menentang Ahab, sehingga Ahab membencinya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Raja-raja 22:7

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Raja-raja 22:7

✕  Sering dikira

Yosafat tidak percaya pada nabi-nabi palsu.

✓  Yang sebenarnya

Yosafat ragu karena nabi-nabi itu bukan nabi TUHAN yang sejati.

✕  Sering dikira

Yosafat meminta nabi TUHAN karena 400 nabi itu salah semua.

✓  Yang sebenarnya

Dia menyadari bahwa mereka bukan nabi TUHAN, tapi nabi istana.

Renungan

Renungan Singkat 1 Raja-raja 22:7

Dalam mencari petunjuk, jangan mudah puas dengan nasihat yang populer. Carilah kebenaran dari sumber yang dapat dipercaya dan selaras dengan firman Tuhan, meskipun mungkin tidak enak didengar.

Tuhan, berikan aku kerinduan untuk mencari kebenaran-Mu yang sejati, bukan sekadar yang menyenangkan. Amin.