Orang ketiga: izinkan aku pamit dulu dengan keluarga
Lukas 9:61
Diutus, Dimuliakan, dan Diajar untuk Mengikut
“Dan, ada seorang lagi berkata, “Aku akan mengikuti Engkau, Tuhan, tetapi izinkan aku berpamitan terlebih dahulu dengan keluargaku.””Lukas 9:61 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan seorang lain lagi berkata: "Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku."”Lukas 9:61 · TB
Terjemahan Baru
“Ada juga seorang lain yang berkata, "Pak, saya mau mengikuti Bapak, tetapi izinkanlah saya pulang dahulu untuk pamit."”Lukas 9:61 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Seseorang yang lain lagi berkata, “Tuan, saya mau mengikut engkau, tetapi izinkanlah saya pamit dulu kepada keluarga saya.””Lukas 9:61 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And another also said, Lord, I will follow thee; but let me first go bid them farewell, which are at home at my house.”Lukas 9:61 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 9:61?
Ayat ini menunjukkan prioritas dalam mengikut Yesus. Seseorang ingin mengikut Yesus tetapi ingin berpamitan dulu dengan keluarganya. Yesus menegaskan bahwa komitmen kepada Kerajaan Allah harus lebih utama daripada ikatan keluarga, bahkan yang baik sekalipun.
Latar belakang
Pamitan keluarga yang terdengar wajar
Orang ketiga berkata: 'Aku akan mengikuti Engkau, Tuhan, tapi izinkan aku berpamitan terlebih dahulu dengan keluargaku.' Ini terdengar sangat wajar dan sopan. Berbeda dari orang kedua yang bicara tentang kewajiban, ini soal perpisahan yang baik-baik. Tapi Yesus merespons dengan analogi bajak yang tajam.
Di mana
Dalam perjalanan ke Yerusalem
Di jalan, percakapan ketiga tentang mengikut Yesus
Kapan
~29 M
Perjalanan ke Yerusalem
Yang berbicara
Seorang anonim ketiga
Yang menawarkan diri mengikut tapi dengan satu syarat dulu
Kepada
Yesus
Yang akan merespons dengan analogi yang kuat
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἀκολουθήσω
Aku akan mengikuti · I will follow
Future — komitmen untuk masa depan, bukan sekarang
πρῶτον
terlebih dahulu · first
Kata yang sama dengan ayat 59 — pertama yang memperlihatkan prioritas yang dipersoalkan Yesus
ἀποτάξασθαι
berpamitan · bid farewell
Memberi perpisahan resmi — bukan sekadar obrolan tapi upacara sosial yang bisa memakan waktu
Tiga orang, tiga hambatan berbeda: kondisi hidup yang keras (ay 58), kewajiban kematian (ay 59-60), dan ikatan sosial/keluarga (ay 61). Yesus merespons ketiganya untuk menunjukkan total komitmen yang dibutuhkan.
Tahukah kamu
Elisa juga berpamitan — dan diizinkan
Di 1 Raja-raja 19:20, Elisa meminta izin kepada Elia untuk mencium ayah dan ibunya sebelum mengikut. Elia mengizinkan. Mengapa Yesus berbeda? Mungkin karena konteksnya berbeda: perjalanan Yesus menuju Yerusalem adalah momen kritis dengan urgensi yang berbeda.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 9:61
1 Raja-raja 19:20
Preseden Elisa yang berpamitan dan diizinkan — konteks yang berbeda dari Yesus
“Elisa meninggalkan lembunya dan berlari mengikut Elia. Ia berkata: izinkan aku mencium ayah dan ibuku — Elia menjawab: pergilah kembali”
Lukas 14:33
Tuntutan total yang sama dalam konteks berbeda
“Setiap orang yang tidak melepaskan semua miliknya tidak dapat menjadi murid-Ku”
Matius 10:37
Prioritas Yesus di atas ikatan keluarga
“Barangsiapa mengasihi bapanya atau ibunya lebih daripada-Ku, tidaklah ia layak bagi-Ku”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 9:61
✕ Sering dikira
Orang ini bermaksud hanya sebentar pamitan dan langsung kembali untuk mengikut Yesus
✓ Yang sebenarnya
Yesus melihat lebih dalam: keinginan untuk pamitan menunjukkan hati yang masih terikat ke belakang
✕ Sering dikira
Keinginan berpamitan dengan keluarga adalah sinyal bahwa orang ini tidak serius
✓ Yang sebenarnya
Itu adalah tindakan yang wajar — tapi Yesus menantangnya dengan standar kemuridan yang lebih tinggi
Renungan
Renungan Singkat Lukas 9:61
Terkadang kita menunda panggilan Tuhan karena alasan yang sah, seperti keluarga. Namun, Yesus mengajarkan bahwa mengikut Dia membutuhkan kesediaan untuk melepaskan apa pun yang menghalangi, termasuk hal yang berharga. Evaluasilah apakah ada 'pamitan' yang menjadi alasan kita tidak sepenuhnya melayani Tuhan.
Tuhan, berikan aku keberanian untuk mengutamakan panggilan-Mu di atas segalanya, bahkan di atas keluarga. Amin.